Minggu , Juni 24 2018
Home / Agama / Buka Kontes Waria, Ketua Muslimat NU Tuba Dikecam

Buka Kontes Waria, Ketua Muslimat NU Tuba Dikecam

LAMPUNG1.COM, Tulang Bawang – Soleha Ketua Muslimat NU Tulang Bawang (Tuba) yang juga Cawabup Tuba pasangan nomor 1 menuai kritik dan kecaman tajam dari para Ketua Ranting Muslimat NU se Tuba setelah membuka kontes Pemilihan Waria pada Rabu (21/12) kemarin.

Tidak kurang dari 5 orang Pengurus ranting dan anak ranting Muslimat NU di Kecamatan Menggala mengecam dan mengkritik tindakan Soleha sebagai Ketua Muslimat NU yang telah mendukung dan meresmikan Kontes Pwmilihan Miss Waria Tuba.

Sebagaimana yang diungkapkan Nurbaiti Ketua Ranting Muslimat NU Kecamatan Menggala kepada tim LAMPUNG1.COM, Nurbaiti bersama beberapa Ketua anak ranting Muslimat NU menyatakan kecaman keras atas tindakan Soleha yang telah membuka secara resmi kontes Pemilihan Miss Waria tersebut.

Lebih jauh menurut Nurbaiti, dirinya akan melaporkan masalah ini kepada Ketua Muslimat NU Provinsi Lampung untuk memecat Soleha, ujar Nurbaiti yang diamini oleh Dwi Widayati Ketua Anak Ranting Muslimat NU Kampung Bujung Tenuk Menggala Selatan.

Selain itu ada pula Ermi Sari, Rini Ana Syahroni yang kesemuanya Pengurus Muslimat NU se Kecamatan Menggala.

Kecaman keras tidak hanya disampaikan oleh Pengurus dan Anggota Muslimat NU, tetapi ada pula Ketua Pengurus Anak Cabang Anshor Kecamatan Menggala Junaidi dan Ketua Cabang Banser Tuba Hari Yanto.

Menurut Hari Yanto yang juga dikenal sebagai salah satu Pejabat di RSUD Menggala, bahwa prilaku menyimpang para Waria ini merupakan penyakit yang sangat berbahaya bila tidak dilakukan pencegahan, karena prilaku ini bisa menular kepada orang lain.

Sebagai Ketua Banser Tuba, Hari Yanto sangat menyesalkan tidakan Soleha yang telah mendukung para Waria ini. Sementara itu Ketua Anshor Junaidi mengingatkan kepada para Waria yang ada di Tuba agar bertobat karena penyakit ini bisa disembuhkan. Saya takut bila fenomena Waria ini semakin meningkat, Tuhan menurunkan azab Nya. Kalau sudahb di-azab, kita juga akan terkena dampaknya. Ujar Junaidi kepada beberapa Wartawan.

Sementara H. Yantori Ketua II MUI Tuba sangat menyesalkan Ketua MUI Tuba Kamislihan yang tidak mensosialisikan Fatwa MUI tanggal 11 Oktober 1977 yang mengharamkan prilaku Waria seperti ini.

Lalainya MUI Tuba mensosialisasikan Fatwa MUI ini sangat disayangkan Yantori karena hal seperti ini sehingga Kontes seperti ini terjadi kembali. Menurutnya pada tahun 2015 yll dirinya pernah membubarkan kontes Pemilihan Miss Waria yang digagas Himpunan Waria Tuba.

Lebih jauh menurut Yantori, dirinya tidak bertindak kali ini karena tahun ini ada momen Pilkada. Saya tidak ingin pembubaran Kontes tersebut dihubung-hubungkan dengan pasangan Handoyo.

Pernyataan saya ini adalah pernyataan pribadi yang tidak ada hubungannya dengan Organisasi apapun. Ujar H. Yantori yang sengaja mengumpulkan para Tokoh NU dirumahnya dibilangan Jalan Raya Terminal Menggala, tepatnya didepan Dealer Yamaha pada Kamis pagi (22/12).

Ditengah gencarnya kecaman warga NU kepada dirinya karena mendukung kontes Waria, Soleha Calon Wabup Tuba nomor urut 1 tidak terpengaruh sedikitpun. Soleha masih sempat msnghadiri debat kandidat Cawabup Tuba yang dilaksanakan Kamis siang di Gedung Kartini Menggala. (Yahya Affyt).

About admin

Check Also

Wakil Bupati Tulang Bawang Lakukan I’Tikaf Tiga Hari dimasjid Nurul Huda

LAMPUNG1.COM, Tulang Bawang – Walaupun kesibukan rutinitas sehari-hari menjadi Wakil Bupati Tulangbawang, Hendriwansyah tetap tidak …

24 comments

  1. Ya ibu ini demi ambisi jabatan mengorbankan agama sungguh terlaknat

  2. Waria2 itu klo dibantai wajib hukumnya!!
    Gk pantes hidup

  3. Astagfirullah,cuma karna politik ia merendahkan agama nya

  4. merendahkan martabat agama sendiri…

  5. astagfirullah

  6. ada ada jaman sekarang

  7. Masya Allah !!!!! demi politik korbankan agama….

  8. ih ngadain acara geh gak ngundang ngundang , tau gitu kan gua ikut pasang nomor 1 eww !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *