Di Duga Malpraktek, Keluarga Pasien Akan Tuntut RS Muhammadiyah Metro.

LAMPUNG1.COM, Pihak keluarga pasien berencana melakukan upaya hukum atau penuntutan, terhadap pihak Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Kota Metro, karena diduga melakukan tindakan Malpraktek.

Drs Maesus Fathoni, mewakili pihak keluarga Aan Furkoni, warga Kelurahan Hadimulyo Barat, pada Sabtu (6/5), menerangkan bahwa persoalan berawal saat istri dari Aan Furkoni yang akan melahirkan melalui Operasi Caesar, masuk ke RS Muhammadiyah Metro.

Bayi yang merupakan putri pertama Aaan Furkoni, ahirnya lahir dengan kondisi tidak bernyawa (meninggal dunia), namun saat pihak keluarga mempertanyakan kondisi fisik bayi, yang mencurigakan, karena terdapat beberapa luka seperti bekas sayatan, antara lain di bagian kepala, tangan kanan dan kiri, serta beberapa kejanggalan di bagian tubuh yang lainnya, pihak Medis yang menangani proses kelahiran tersebut, justru menjawab tidak tahu.

“Bayangkan saja, dalam kondisi panik dan berduka, kita sebagai pihak keluarga yang mempertanyakan keadaan bayi tersebut, kepada pihak medis, hanya di jawab TIDAK TAHU, sementara mereka adalah petugas medis yang bertanggung jawab sejak awal menangani pasien tersebut”, tegas Maesus Fathoni.

Hal tersebut jelas sangat membuat emosional pihak keluarga, sehingga sempat meminta pertanggung jawaban pihak medis, bahkan sempat terjadi “adu mulut” antara pihak keluarga dengan RS Muhammadiyah Kota Metro, sehingga pihak Kepolisian Polres Kota Metro, yang mendengar informasi tersebut, ikut mendatangi RS Muhammadiyah Kota Metro.

Ahirnya Jasad bayi malang ini, di bawa pihak keluarga, didampingi jajaran kepolisian, ke Rumah Sakit Umum A Yani Kota Metro, untuk dilakukan proses Visum, sebagai dasar untuk melakukan proses hukum lebih lanjut, terkait persoalan ini.

“Kita sedang bahas dengan pihak keluarga, untuk mengambil langkah hukum lebih lanjut, terkait persoalan ini”, tambah Maesus Fathoni.

Sementara pihak RS Muhammadiyah Kota Metro, menjelaskan kepada pihak keluarga pasien, bahwa sebenarnya semua pelayanan dan tindakan medis yang dilakukan terhadap pasien, sudah sesuai dengan SOP Rumah Sakit. (Eko Arif)

Related Posts

  1. RS harus perbaiki service nya. Terutama di kelas vvip nya yg kurang memuaskan. Isteri saya di bilik Arafat waktu mlm bila ada keperluan utk di minta bantu semua kakitangan RS di dalam bilik sedang enak merem apa kah mereka di bayar gaji utk tido bila masa bertugas pd siang hari asyik main hapi. Ibu kondisi lagi sakit bayi egk ada yg layani.Kasi informasi yg salah utk follow up check up (tarikh).Saya harap ketua RS perlu liat sendiri dan perlu perbaiki yg lemah agar lebih baik.. Terima Kasih.

  2. Semoga dedeknya tenang disana. .sebagai tim medis seegaknya bisa menjawab apa yang telah terjadi, dan jaga kondisi tim medis saat bekerja agar tidak teledor…

  3. Maaf permisi(!)perawat cma sebagai perantara untuk penyembuhan seseorang atau sebagai pelayanan medis.selebihnya urusan hidup atau mati itu sdah ada yg ngatur jdi tlg jgn slhkan perwat atau tim medis yg bersngkutan.

  4. junaidi says:

    Perawat macam apa itu! Geram sama kasus yg beginian..
    Kalo cuma mau main2an gk usah jadi perawat sekalian!

  5. Itu lah rumahsakit pura” gak taupadahal ngehindar dari dosa,adik saya pun begitu,masuk rumah sakit sehat tp kluar dari rumah sakit tinggal jasad nya aja,smoga dapet balasan dari allah yg setimpal

  6. Kei-kei says:

    Belum lama pun tetangga saya meninggal saat melahirkan diRS ini.
    Selain karna takdir katanya juga telat penanganan.

  7. Waduh harus di tindak lanjuti ini secara serius oleh pohak yang terkait, dan semoga bayi dapat tenang kembali kepada Nya, serta keluarga korban dapat di beri kesabaran dan di kuatkan Iman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *