Mengganti Plat Palsu, Pejabat Pemkab Tabrak Lari Di kenakan Pasal Berlapis

Mengganti Plat Palsu, Pejabat Pemkab Tabrak Lari Di kenakan Pasal Berlapis

LAMPUNG1.COM, Lamsel – Kasus tabrak lari yang terjadi di Jalan Lintas Sumatra depan Kantor PDI dua hari lalu berbuntut panjang, akibat mengganti plat merah menjadi plat hitam usai menabrak, pejabat di Pemkab Lamsel ini akan dikenakan pasal berlapis

Selain Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lampung Selatan akan menjerat tersangka (Pengemudi) kendaraan dinas dengan pasal 310 Undang-Undang No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Penggunaan plat palsu juga akan dikenakan pasal lain, yang nanti akan ditentukan bagian Reskrim Polres Lamsel.

“Ya kasus lakalantas Randis tersebut, untuk tersangkanya akan diancam hukuman berlapis,” ujar Kanit Lantas IPTU John Lozi mewakili Kasat Lantas AKP Rafli Yusuf Nugraha, saat ditemui diruang kerjanya, Jhon Lozi (14/6). Sementara untuk penggunaan plat palsu nanti akan diproses dibagian Reskrim karena bagian Satlantas menangani kasus kecelakaan,”tambah dia.

Disinggung kenapa hingga saat ini tersangka tidak ditahan, layaknya Sepweti tersangka laka lantas lain, John Lozi berdalih, tersangka tidak akan melarikan diri apalagi tersangka juga adalah sebagai pejabat di Pemkab Lamsel.

“Untuk saat ini tersangka belum kami tahan, karena kami masih melakukan kelengkapan berkas dari para saksi-saksi. Setelah berkas lengkap, barulah kami akan memanggil tersangka untuk diproses secara hukum,” kata dia.

terpisisah Tarmaedi (35) warga Desa Sukatani, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan yang salah satu korban selamat dalam kecelakaan tersebut mengaku tidak mengetahu persis saat kejadian.

“Saat itu posisi saya dibonceng oleh Almarhum (Supriyadi-red) mengendarai sepeda motor Honda CB 125. Jadi nggak tau persis karena dibelakang, sadarnya saya ketika sudah dirumah sakit ini,” ungkap Tarmaedi saat ditemui di Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda

Ditanya apakah sudah ada yang membesuk dari keluarga pengemudi (tersangka) terhadap dirinya, Tarmudi mengaku belum ada satupun yang datang membesuk

“Allhamdulillah hingga hari ini keluarga penabarak itu belum sama sekali melihat kondisi adik saya ini dan meninjau korban yang meninggal,” cetus Mahmufudo Yati kakak Korban.

Keluarga korban berharap, ada itikat baik dari tersangka. Jangan habis nabrak lalu ditinggal seperti ini dengan alasan karena malu datang sebagai pejabat.
“Jika tidak ada itikat baik dari tersangka, kami akan menempuh secara jalur hukum. Dan kami juga akan menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai dengan hukum yang ada,” tegasnya.(nata)

7 Responses

  1. Linda10 Agustus 2017 at 13:41Reply

    pejabat gak tau diri

  2. ilham31 Juli 2017 at 11:55Reply

    pejabat pejabat hahah kalo gak korup iya kaya gini

  3. Nur cholik31 Juli 2017 at 09:56Reply

    Woow kok bisa

  4. vindi25 Juli 2017 at 13:22Reply

    Nah,kok diganti” lah plat nya

  5. yohanespayuyu25 Juli 2017 at 11:15Reply

    waaah.gk bener tuh.plat diganti ganti

  6. Arra15 Juni 2017 at 10:48Reply

    keluarga tersangka gak ada tata krama tah?

  7. ujang14 Juni 2017 at 21:49Reply

    Harus adil dong pa Polisi, hangan rakyat biasa di tahan Pejabat Tidak, di mata hukum semua sama

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
Created by : lampung1.com