Korban Pemerkosaan Ayah Kandung, Begini Nasib Sang Anak

Korban Pemerkosaan Ayah Kandung, Begini Nasib Sang Anak

LAMPUNG1.COM, Pesawaran – Banyak sekali program pemerintah yang memiliki tujuan untuk mensejahterakan masyarakat, namun hal itu belum dirasakan oleh keluarga Ibu Sarmah (47) warga Desa Margodadi yang kini tinggal di Desa Suka Mandi Kecamatan Way Lim, Kabupaten Pesawaran.

Keluarga ibu Sarmah hidup dalam serba kekurangan dan tidak terakomodir, Sarmah dan kelima anggota keluarganya mesti menggantungkan hidupnya dengan belas kasih orang lain, karena kondisi ekonomi yang memprihatinkan serta tidak memiliki tempat tinggal.

Dengan kondisi yang seperti ini terlebih keadaan Ibu Sarmah yang baru melahirkan anaknya yang ke Tujuh, serta anak Ibu sarmah Eti (16) yang memiliki keterbelakangan mental yang juga baru saja melahirkan anak pertamanya.

Ironisnya Eti yang kini sudah melahirkan merupakan korban kebejatan ayah kandungnya, Eti diperkosa oleh ayah kandungnya hingga hamil, dan kini ayahnya tersebut sudah ditahan oleh pihak kepolisian.

Berdasarkan keterangan warga, Ibu Sarmah dan Eti serta keluarganya dulu tinggal di Desa Margodadi Kecamatan Way lima, karena kejadian ini mereka diusir oleh warga karna dianggap membawa sial di desa mereka.

Atas dasar kemanusiaan dan rasa kasihan lalu mereka diberikan tempat tinggal sementara ditanah saudara Muksin/Ucin (37) yang berada di dusun Gunung Waja desa Suka Mandi Kecamatan Way Lima, Ucin yang diketahui adik kandung Mursalin Anggota DPRD kabupaten Pesawaran.

“Saya melihatnya sedih dan kasihan, seperti pepatah, nasib keluarga ibu sarmah sudah jatuh tertimpa tangga, saya melihatnya dari sisi kemanusiaannya mereka sedang dalam kesusahan dan sangat memprihatinkan, makanya saya izinkan mereka tinggal ditanah saya meski dibuat gubuk seadanya, gubuk itu hanya berukuran 4×6 saja dan dihuni oleh 6 orang anggota keluarga,” ujar Ucin.

Setelah Ibu Sarmah dan anaknya Eti melahirkan, kedua bayi diambil oleh Yayasan Panti Asuhan, Ibu sarmah menjelaskan bahwa anaknya terpaksa diberikan ke panti asuhan karna tidak memiliki biaya untuk menghidupi bayi mereka yang baru lahir.

Desmi Saputra selaku anggota Lembaga Swadaya (LSM) Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Pesawaran yang juga ikut memantau keadaan ibu Sarmah dan anaknya Eti.

“Semestinya mereka menjadi perhatian Pemerintah dan tanggung jawab kita semua, sebagai mana disebutkan dalam pasal 34 ayat (1) UUD’45 disebutkan fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara,” ujarnya. (Eri/Supri)

One Response

  1. Pales23 September 2017 at 03:53Reply

    Wah wah…..bejat kali itu

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
Created by : lampung1.com