Ketua NU Lambar, Peringati Hari Santri Nasional di Ponpes Roudlotus Sholihin.

Ketua NU Lambar, Peringati Hari Santri Nasional di Ponpes Roudlotus Sholihin.

LAMPUNG1.COM, Lambar – Rangkaian Puncak acara memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober yang dilaksanakan dan diperingati oleh jajaran Pengurus Cabang Nahlatul Ulama (PCNU)  Kabupaten Lampung Barat berjalan suskes dan sesuai dengan perintah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirajd.

Acara sendiri dipusatkan dibeberapa yayasan pondok pesantren yang ada termasuk Ponpes Roudlotus Sholihin yang dipimpin oleh KH. Moch Thoha yang juga sebagai Mustasyar NU di Bumi Skala Brak.

KH. Moch Thoha mengatakan sejak tanggal 21 hingga puncak hari Minggu tanggal 22 Oktober 2017 ini, Ponpes yang dipimpinnya telah mengelar beberapa acara sebelum dilakukanya upacara peringatan hari santri nasional ini, seperti memupuk cinta tanah air kepada para santri dan santriwati.

“Alhamdulilah sejak semalam telah dilakukan berbagai acara keagamaan sesuai dengan intruksi Ketua PBNU Pusat, dan semalam telah ditanamkan nilai-nilai sejarah melalui pemutaran FILM G30/SPKI dan FILM pemberontakan dI TII, hingga subuh, dan pagi tadi juga telah selesai dilakukan rangkaian acara yang diisi langsung oleh Ketua PCNU Lambar KH Danang Hari suseno Sag. MH,”ucapnya.

Terpisah,Ketua PCNU Lampung Barat KH Danang Hari suseno Sag, MH, mengatakan peringatan Hari santri pada hari ini merupakan penghargaan kepada para santri toh dalam keseharian tidak pernah akan dipakai istilah mantan santri, untuk itu dirinya mengucapakan selamat Hari santri nasional kepada para santri dikabupaten ini, mudah mudahan dengan seperti ini Habbul waton minal iman akan terus terpupuk dan akan terhidar dari gerakan gerakan yang tidak beridiologi pancasila.

“Selamat Hari Santri Nasional wabil Khusus kepada para santri yang tengah menimba ilmu di ponpes,” ucapnya

KH Danang mengingatkan tentang Piagam Jakarta demi persatuan dan kesatuan bangsa. Tahun 1953 kaum santri beri gelar Presiden Indonesia, Ir. Soekarno, sebagai Waliyyul Amri ad-Dlarari bis Syaukah, pemimpin yang harus ditaati dan menyebut para pemberontak DI / TII sebagai bughat yang harus diperangi Tahun 1965.(Agus salim)

3 Responses

  1. Mamah jingga24 Oktober 2017 at 23:35Reply

    Menusuk jiwa, tauziah HJ M danang, kami para jamaah sangat tersentuh hati, dan jiwa

  2. sron22 Oktober 2017 at 20:21Reply

    Smg semakin kuat iman kaum muslimin

  3. Yopi22 Oktober 2017 at 20:16Reply

    Mantap NU lambar

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
Created by : lampung1.com