Senin , Juni 25 2018
Home / Ruwa Jurai / Lampung Utara / Salah Satu Cabup Lampura Diduga Sebarkan Ujaran Kebencian Saat Orasi Kampanye

Salah Satu Cabup Lampura Diduga Sebarkan Ujaran Kebencian Saat Orasi Kampanye

LAMPUNG1.COM, Kotabumi – Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 3 (tiga) dalam kontestasi Pilkada Lampura 27 Juni 2018 mendatang, memenuhi undangan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lampung Utara (Kab. Lampura), pada Selasa, (13/03/2018), guna dimintai keterangan terkait adanya laporan dugaan ujaran kebencian (hate speech) yang dilakukan Calon Bupati Lampura, Agung Ilmu Mangkunegara.

Dugaan ujaran kebencian itu terjadi dalam orasi politik Agung Ilmu Mangkunegara saat melakukan kampanye dialogis terbatas pada Kamis lalu, (08/03/2018), di Desa Margorejo Kecamatan Kotabumi Utara.

Tim Pemenangan Paslon yang dikenal dengan sebutan ABDI ini datang sekira pukul 16.00 WIB dari waktu yang dijadwalkan pada pukul 14.00 WIB.

Pertemuan yang dilakukan secara tertutup itu dihadiri petinggi Sentra Gakkumdu Kasat Reskrim Polres Lampura, AKP. Syahrial; Kasi Pidum Kejari Kab.Lampura, Husni Mubarrak; serta Ketua Panwaslu Kab. Lampura, Zainal Bachtiar.

Usai menjalani serangkaian proses dalam pertemuan tersebut, Suryanto, mewakili Tim Pemenangan Paslon ABDI Bidang Hukum dan Advokasi, mengatakan kedatangan tim dimaksud guna memenuhi panggilan klarifikasi tekait adanya laporan dugaan ujaran kebencian (Hate Speech) dalam Tahapan Kampanye Dialogis Terbatas di Desa Margorejo, beberapa waktu lalu.

“Kedatangan kami ke sini juga dengan membawa saksi-saksi yang meringankan,” tutur Suryanto, saat diwawancarai awak media, Selasa, (13/03/2018), di pelataran Sekretariat Panwaslu Kab. Lampura.

Ia menjelaskan, menurut keterangan para saksi meringankan yang berjumlah tiga orang, Paslon terlapor pada saat kejadian berlangsung sama sekali tidak menyebutkan secara spesifik nama seseorang.

“Yang dimaksud dalam orasi Paslon kami ketika itu agar masyarakat mendapatkan gambaran dan kriteria seorang pemimpin yang akan dipilih pada saat pelaksanaan Pilkada Lampura 2018. Dan sama sekali tidak menyebutkan nama seseorang. Dan Paslon Terlapor menitipkan pesan kepada kami bahwa dirinya sama sekali tidak bermaksud untuk mendeskreditkan dan atau menjatuhkan nama baik seseorang,” jelas Suryanto.

Saat ditanyakan ketidakhadiran Calon Bupati Agung Ilmu Mangkunegara memenuhi panggilan Panwaslu Kab. Lampura dikarenakan kesibukannya dalam kegiatan Tahapan Kampanye.

“Pada prinsipnya, ketidakhadiran terlapor disebabkan padatnya kegiatan Tahapan Kampanye yang sedang dijalani. Meski begitu kami akan mengupayakan klarifikasi langsung dari terlapor. Apakah akan dilakukan di kediaman beliau atau dapat memenuhi langsung undangan klarifikasi di Sekretariat Panwaslu. Saat ini kami sedang berkoordinasi,” jelasnya.

Terpisah Ketua Panwaslu Kab. Lampura, Zainal Bahtiar, mengatakan pihaknya baru melakukan klarifikasi dan melakukan kajian terkait dugaan hate speech dimaksud.

“Kasus ini sedang dalam kajian. Keterangan dari pelapor, terlampir maupun para saksi dari kedua belah pihak sedang diambil keterangannya,” kata Zainal Bachtiar.

Terkait ketidakhadiran terlapor guna dimintai keterangan dan klarifikasi, Zainal mengatakan pihaknya berharap terlapor dapat memenuhi undangan klarifikasi.

“Dalam undangan yang kami berikan, terlapor semestinya hadir pada pukul 14.00 WIB. Meski demikian, terlapor bisa saja tidak memenuhi undangan dimaksud dengan alasan yang menguatkan. Hal ini sudah kami sampaikan dengan Kuasa Hukum terlapor,” ujar Zainal Bachtiar.

Berbeda dengan apa yang disampaikan Ketua Panwaslu Zainal Bachtiar. Menurut Kasi Pidum Kejari Lampura, Husni Mubarrak, dalam kaitan pengumpulan keterangan, terlapor wajib menyampaikan secara langsung keterangan yang dibutuhkan guna menuntaskan permasalahan dimaksud.

“Terlapor wajib memberikan keterangan secara langsung terkait dugaan ujaran kebencian yang dilaporkan. Kami masih menunggu hasil koordinasi tim yang diutus ke sini (Sekretariat Panwaslu.red),” pungkas Husni Mubarrak. (azi)

About redaksi1 redaksi1

Check Also

Parosil Mabsus Lepas Distribusi Logistik Pemilukada

LAMPUNG1.COM, Lampung Barat – Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus bersama dengan Wakil Bupati Lambar Drs. …

6 comments

  1. calon pemimpin seharusnua memberikan toladan

  2. patuhlah pada hukum jgn berikan contoh yg tidak.mendidik masyarakt

  3. malh saling jelek calon yg satu dg yg lain akan menimbulkan pilkada tidak kondusif

  4. bukankah semua calon sdh sepakat pilkada damai

  5. lebih baik saling umbar kosaep jd pemimpin dr pada saling serang saat kompanye

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *