Sabtu , September 18 2021
Home / Hukum Kriminal / Berani Cegat Motor, Daffa Buat Kagum Ridwan Kamil

Berani Cegat Motor, Daffa Buat Kagum Ridwan Kamil

Lampung1.com – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengunggah berita mengenai Daffa yang berumur 9 tahun lewat  akun instagram miliknya. Daffa, bocah SD di Semarang itu memang tengah ramai diperbincangkan di sejumlah berita karena aksinya yang  berani menghadang pemotor bandel yang naik ke trotoar. Wali Kota yang akrab disapa Emil tak menyangka tindakan menegur pemotor bandel dilakukan seorang anak kecil.

“Itu tidak diduga datang dari anak kecil. Jadi kalau ada anak kecil heroik menahan orang yang naik motor ke trotoar saya kira itu tindakan betul dari seorang warga,” jelas Emil di Bandung, Selasa (19/4/2016).

Menurut Emil, tindakan yang dilakukan oleh Daffa, seorang anak kecil tergolong tindakan berani.

“Dia menemukan dalam pikiran jernihnya, orang dewasa ini perilakunya ngaco,” jelas Emil.

“Mudah-mudahan dengan banyaknya orang yang baca beritanya, orang orang dewasa khususnya pemotor sadar kalau trotoar itu untuk pejalan kaki. Bukan untuk motor apalagi mobil,” tutup Emil

Di balik kisah keberaniannya itu, ternyata Daffa pernah dibentak pemotor hingga berkelahi. Saat ditemui detikcom di rumahnya, Senin (18/4) di Kelurahan Gisikdrono RT 2 RW 3, Semarang Barat, Daffa bercerita tentang pengalamannya menegakkan hak pejalan kaki itu. Daffa mengatakan aksinya biasa dilakukan sekitar pukul 15.00 ketika Jalan Jendral Sudirman Semarang mulai ramai.

BACA JUGA:  2 Tersangka Curanmor, Babak Belur Ditangkap Warga

Menghadang pemotor di trotoar ternyata sudah dilakukan bocah yang menghebohkan media sosial, Daffa Farros Oktoviarto,sejak bulan Januari lalu. Berbagai cara dilakukan mulai dari berdiri, tiduran, pakai batu, hingga akhirnya menggunakan sepeda.

Daffa mengaku sudah melakukannya sejak Januari walau tidak sering seperti sebulan terakhir ini. Ia mengatakan awalnya ia menggunakan cara berdiri di tengah trotoar dan menghadang pemotor. Ternyata cara itu tidak terlalu efektif, kemudian ia berpikiran menghadang dengan tiduran di trotoar dan ternyata cukup berimbas, namun berbahaya.

Suatu saat, lanjut Daffa, ia pernah dibentak pemotor yang ngotot ingin melintas di trotoar dekat rumahnya itu.  Adu mulut pun terjadi antara Daffa dan pemotor bahkan sampai seorang sopir taksi turun dan membantu Daffa.

“Pernah dibentak-bentak, dia bilang ‘awas minggir, kamu pulang’. Ya aku jawab ‘kamu tu yang pulang’. Dia bilang lagi ‘aku meh rono (aku mau ke sana)’, tak jawab lagi ‘kowe to sing mbalik (kamu yang balik), salah sopo lewat trotoar’. Sepedaku malah diturunin dari trotoar, ya tak tarik lagi, motore tak pukul-pukul. Terus ada orang taksi datang bilang ke dia (pemotor) ‘bapake yo salah’. Akhirnya dia (pemotor) mundur pelan-pelan sambil tak tendangi motornya,”  tutur siswa kelas 4 SD Kalibanteng Kidul 01 itu.

BACA JUGA:  IMM Pringsewu Gelar Muscab IMM Ke VII

Daffa juga pernah sampai ditabrak motor meski tidak keras, namun karena ia gigih, pemotor-pemotor itu mundur kembali ke jalan raya. Setidaknya sudah ada 40 motor yang dihadang Daffa selama sekitar satu bulan ini.

“Sudah beberapa kali (menghadang motor di trotoar). Mungkin sudah 40-an motor, lebih,” ujar anak kedua pasangan Yuri dan Dinar itu.
“Dulu Januari berdiri, terus dapat ide tiduran, ternyata takut kelindes,” kata Daffa saat ditemui di rumahnya, Gisikdrono RT 2 RW 3, Semarang Barat, Senin (18/4).

Setelah itu Daffa mencoba cara lain dengan menata batu di trotoar, ternyata pemotor bandel tetap nekat menerabas batu itu demi melintas di trotoar. Akhinya ia menggunakan sepeda dan ternyata bisa menghalau pemotor meski kadang harus adu mulut.

“Batu ditata ternyata bisa lewat, terus pakai sepeda,” ujarnya polos. Daffa biasa menghadang pemotor yang melintas di trotoar di Jl Sudirman, Semarang. Ruas jalan ini memang biasa macet.

BACA JUGA:  Banyak Proyek yang Diduga Milik Siluman di Kalianda

Sementara nenek Daffa, Murti (72) mengatakan cucunya pernah tiba-tiba masuk rumah mencari kertas kosong dan spidol dan menuliskan imbauan di kertas yang menyebutkan pemotor dilarang lewat trotoar karena hanya untuk pejalan kaki. Saat itu Murti tidak tahu  kertas itu ternyata ditempel di sepeda dan akan digunakan untuk menghadang pemotor.

“Pernah pulang buru-buru cari kertas terus dia nulis. Dipasang di stang sepeda,” kata Murti.

“Idenya dari dokumentasi di televisi, ada sepeda tulisannya dilarang buang sampah,” imbuh Daffa menimpali. Daffa anak kedua pasangan Yuri dan Dinar, orangtuanya bekerja dan Daffa bersama neneknya.

Daffa mengaku “beroperasi” setiap sore. “Ya sekitar pukul 15.00, kadang sampai sore sekali. Saya sendirian, kadang dibantu kakak, namanya Enrico,” tandas Daffa.

Aksi itu terjadi di Jalan Jendral Sudirman yang berjarak hanya 100 meter dari rumahnya.Dan tak diduga aksi heroik yang dilakukan oleh Daffa ini ternyata difoto dan direkam oleh pengguna jalan dan telah meluas di media sosial. Berkat aksi heroiknya ini,Daffa bocah laki-laki berumur 9 tahun ini banyak menuai pujian dan komentar positif dari netizen.

Sumber: Detik.com

Dirangkum oleh: Salsa Khalisah (SMK SAMUDERA)

Baca Artikel Menarik di LV

About Fatih Samudera

Check Also

Gara-Gara Pipa Rokok, 2 Warga Dijebloskan Penjara

LAMPUNG1.COM, Personil Satuan Reskrim Polres Lampung Timur, dan Petugas Balai Taman Nasional Way Kambas, membongkar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *