Sabtu , Juli 31 2021
Home / Nasional Mancanegara / JUTAAN UBUR-UBUR SERANG PANTAI UTARA PROBOLINGGO
birojember.com

JUTAAN UBUR-UBUR SERANG PANTAI UTARA PROBOLINGGO

Lampung1.com – Sejak kamis, 14 April 2016 lalu, Pantai Utara Pelabuhan Tanjung Tembaga, kota Probolinggo, Jawa Timur diserang oleh  jutaan ubur-ubur.

Agus Salim, salah satu nelayan mengatakan bahwa fenomena serangan ubur-ubur itu rutin terjadi diperairan pantai setiap peralihan musim.

Ubur-ubur yang ada di pantai ini, muncul dengan berbagai warna. Diantaranya putih, biru dan bintik-bintik kecoklatan. Yang paling mendominasi adalah ubur-ubur putih. Sehingga, membuat perairan pantai terlihat putih dipermukaan, mulai pagi sampai siang. Sedangkan pada sore hari jumlah ubur-ubur akan sangat jauh berkurang. Menurut Herman, salah satu pemancing, serangan hewan laut tak bertulang belakang ini sudah terjadi sejak 7 hari belakangan, dan sangat mengganggu pemancing.

BACA JUGA:  Pemuda Warga Gadingrejo​ Ditemukan Tewas Didalam Sumur

“Dalam satu minggu ini ubur-ubur penuhi pantai. Tidak mengganggu, namun ubur-ubur ini berbahaya jika menyentuh kulit dan bisa terjadi alergi,” kata Herman, salah seorang pemancing.

Ubur-ubur ini sedikit banyak mengganggu nelayan dan pemancing saat mencari ikan. Pasalnya, ikan takut akan menjauhi ubur-ubur. Bahkan ubur-ubur juga menganggu aktivitas arus kapal muatan dan nelayan tradisional warga pesisir Mayangan. Akibat, banyaknya ubur-ubur di pintu masuk pelabuhan.

“Untuk penyebabnya saya kurang tahu. Tiba-tiba ada, kemudian hilang sendiri beberapa hari kemudian”ujar Agus, seperti yang dilansir Probolinggo Times, Sabtu 16 April.

BACA JUGA:  Pidato Bupati Lampung Selatan di Kecam Gp Ansor dan Fatayat NU Lampung Barat.

Ada beberapa jenis ubur-ubur yang sangat membahayakan bagi warga, selain menyengat, ubur-ubur yang berbintik hitam bisa menyebabkan gatal hingga infeksi. Menurut Agus, dampak dari fenomena ini biasanya dirasakan oleh pemancing ikan di pinggiran. Juga masyarakat yang biasa mandi untuk terapi.
“Ubur-ubur ini gatal kalau kena kulit,” ujar warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan seperti dilansir Probolinggo Times.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, ubur-ubur bisa hidup dengan nyaman pada air laut yang hangat, jernih dan berkarang.

Menurutnya, adanya ubur-ubur di pinggir laut, kemungkinan karena pergantian musim yang saat ini sering hujan, sehingga air laut di tengah menjadi dingin.
“Ubur-ubur mencari tempat di pinggir yang airnya lebih hangat,” kata Fitri.
“Selain itu, bisa juga karena air laut tidak jernih sehingga mereka mencari tempat yang lebih baik.”tambah DKP Fitriawati.

BACA JUGA:  Danrem 043/Gatam Kolonel Inf Taufiq Hanafi  Hadiri Pembukaan Pameran Alutsista Kodim 0410/KBL

Meski tidak berbahaya, namun kulit lendir ubur-ubur, jika mengenai kulit akan menimbulkan alergi dan demam. Dan Himbauan agar tidak berenang di sekitar kawanan ubur–ubur diberlakukan. Diperkirakan fenomena tahunan ini akan terus berlanjut saat akan memasuki musim kemarau nanti, atau sebulan kedepan. (*)

sumber : birojember.com

dirangkum oleh Kintan Hardani (SMK SAMUDERA)

Baca Artikel Menarik di LV

About Fatih Samudera

Check Also

Polres Way Kanan Bersama Pemuda Pancasila dan Mahasiswa Gelar Bakti Sosial di Baradatu

LAMPUNG1.COM, Waykanan —- Polres Way Kanan menggelar bakti sosial berupa beras untuk masyarakat yang kurang mampu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *