Kamis , Mei 6 2021
Home / Hukum Kriminal / KPK Kembali Geledah Ruang Kerja Sekretaris MA
antaranews.com

KPK Kembali Geledah Ruang Kerja Sekretaris MA

Lampung1.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerja Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi. Juru bicara Mahkamah Agung, Suhadi, mengatakan penggeledahan dilakukan sejak pukul 06.00 pagi tadi di lantai satu.

“Penggeledahan oleh KPK di ruang kerja Sekretaris MA sejak pagi tadi,” kata Suhadi, saat dihubungi, Kamis (21/4).

“Ada banyak anggota KPK yang datang dan membawa beberapa dokumen.”

Suhadi belum mengetahui penggeledahan itu terkait atas kasus apa. Namun dia menduga, penggeledahan dilakukan setelah Komisi menangkap tangan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution, kemarin. “Tapi nanti coba saya pastikan. Karena saya belum sampai di kantor,” kata dia.

BACA JUGA:  Banyak Rumah Yang Direhab Satgas TMMD Berlantai Tanah

Rekam jejak Nurhadi banyak disorot setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Andri Tristianto Sutrisna selaku Kasubdit Kasasi dan Peninjauan Kembali Perdata Khusus Mahkamah Agung itu ditangkap KPK dan diduga menerima suap penundaan salinan putusan.Saat itu juga Nurhadi diperiksa komisi antirasuah.

Suhadi berujar, pihaknya belum mengetahui penggeledahan Nur Hadi berhubungan dengan kasus apa. “Kami belum tahu korelasi Nur Hadi dengan kasus apa, apakah ada hubunganya dengan Pejabat hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atau dengan instansi hukum yang lain,” ujar Suhadi.

BACA JUGA:  Arinal-Nunik: Lampung Harus Menjadi Kota Hijau

Ini adalah kedua kalinya KPK menggeledah kantor Lembaga Hukum besar. Kemarin, lembaga antirasuah ini juga menggeledah ke ruang panitera pengadilan negeri, niaga, tindak pidana korupsi (tipikor) dan HAM di Jakarta Pusat. Ada 5 petugas KPK yang menyambangi lantai 4 Pengadilan Jakarta Pusat.

Wartawan dari Tempo sempat melihat petugas menyegel ruangan panitera sekertaris Edy Nasution. Saat coba dikonfirmasi ke petugas keamanan, mengenai penyegelan ruang Edy Nasution. Para petugas keamanan yang melihat langsung, masih menutup-nutupi dugaan tersebut. “Penyegelan di ruang Edy, bisa iya bisa tidak, maaf,” ujar salah satu cara untuk petugas keamanan.

BACA JUGA:  KPU RI Gelar Sosialisasi Tata Cara Pemilihan Calon Kada Tunggal

Kelima petugas KPK itu datang sekitar pukul 12.20 WIB. Mereka datang tanpa mengenakan rompi KPK. Sementara itu, semua tamu yang mencoba untuk memasuki ruang panitera masih tidak diperbolehkan oleh petugas keamanan yang berada di depan ruangan Panitera. “Jangan masuk dulu, KPK sedang memeriksa,” ujar salah satu petugas keamanan lantai 4 Tipikor, 20 April 2016.

Keamanan pengadilan negeri, niaga, tipikor dan HAM mematikan semua lift di semua gedung guna mencegah banyaknya orang yang berlalu lalang di sekitar ruang panitera.

TEMPO.CO

Dirangkum oleh: Salsa Khalisah (SMK Samudera)

About Fatih Samudera

Check Also

Walikota Himbau Warga Kota Metro Tidak Mudik & Sholat Idul Fitri Dirumah

LAMPUNG1.COM, Masih adanya peningkatan angka paparan COVID-19, membuat Walikota Metro Wahdi Sirajuddin, menghimbau warganya untuk …

7 comments

  1. semoga apa yang dicari cepat ketemu

  2. bagus pak perantas korupsi yang maling duit negara

  3. KPK kembali bertindak. dan kali ini kecurigaan tindak korupsi jatuh pada sekertaris MA. Hmmm…kalau korupsi semakin berkembang, mau jadi apa Indonesia??

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *