Kamis , Mei 6 2021
Home / Ekonomi / Provinsi Lampung Uji coba Distribusi Pupuk Subsidi Sistem Billing

Provinsi Lampung Uji coba Distribusi Pupuk Subsidi Sistem Billing

LAMPUNG1COM, Kalianda – Sistem billing untuk pertama dilaksanakan di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan. Sebagai model ditetapkan 14 desa, 278 Kelompok Tani, 3 Distributor dan 9 Kios Pengecer.

Wakil Gubernur Bachtiar Basri menyampaikan, pelaksanaan Uji Coba Sistem Distribusi Pupuk bersubsidi akan dilakukan secara bertahap. Kemudian hasil uji coba ini akan dijadikan sebagai dasar atau bahan pertimbangan untuk merevisi Peraturan Gubernur Lampung Nomor 32 tahun 2015 tentang Pola Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian di Provinsi Lampung.

“Kunci keberhasilan Uji Coba Sistem Distribusi Pupuk bersubsidi di Provinsi Lampung ini adalah peran aktif dari seluruh stakeholders. Terutama beberapa Dinas/Badan lingkup Pertanian, khususnya dalam beberapa aspek penting. Yakni mulai dari perencanaan, pengadaan dan penyaluran serta pengendalian pupuk bersubsidi,” ujar Wagub di hadapan Bupati Lampung Selatan, Direktur Pupuk dan Pestisida, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI DR. Ir.Muhrizal Sarwani, M.Sc dan Direktur Utama Pupuk Indonesia Holding Company.

BACA JUGA:  Anggota DPRD Lampung Tinjau Banjir dan Tanah Longsor di Semaka

IMG_20160406_140858Hadir dalam acara tersebut, Direktur Utama (Dirut)PT. Pusri, Dirut PT. Petrokimia Gresik Komandan Korem 043 Garuda Hitam, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (TP4K) Provinsi Lampung dan Dirut PT. BANK Lampung.

Dalam penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) oleh Kelompok Petani yang harus dibimbing oleh Penyuluh Pertanian, Petugas Teknis, Kepala Cabang Dinas dan didukung oleh kepala Desa.

BACA JUGA:  Dalam Program TMMD Tahun Ini Kodim 0410/KBL Melaksanakan Perbaikan MCK Musholla Nurtajali

“RDKK yang dihasilkan khususnya yang terkait dengan usulan kebutuhan pupuk harus benar-benar sesuai dengan rekomendasi teknis, tidak berbasis keinginan petani,” tambahnya.

Pihak Produsen, PT Pusri dan PT Petrokimia Gresik mengadakan pupuk bersubsidi. Adapun penyalurannya ke kelompok tani dilakukan oleh Distributor dan Pengecer.

“Mengingat Pupuk Bersubsidi adalah barang dalam pengawasan, maka diperlukan pengawasan mulai dari proses pengadaan, peredaran maupun penggunaannya. Sehingga mencegah terjadinya penyimpangan, pupuk dapat tersedia sampai ditingkat petani secara enam tepat (waktu, jumlah, jenis, mutu, tempat dan harga harga). Untuk itu Pemerintah Provinsi sudahmembentuk Tim Komisi Pengawasan Pupuk Dan Pestisida Tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kecamatan, dan diharapkan semua berperan aktif sesuai fungsi dan kewenangannya,” Tegasnya.

BACA JUGA:  TMMD 110 Bojonegoro, Satgas Bantu Siswa Belajar Daring

IMG_20160406_132414Bupati Lampung Selatan, Zainuddin Hasan dalam sambutannya menyatakan komitmen bahwa Pemkab Lampung Selatan akan setia dan taat kepada Pemerintah Provinsi Lampung, serta mendukung program pembangunan yang diagendakan di Lampung Selatan.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung Lana Rekyanti mengatakan, sistem Billing pola penyaluran pupuk bersubsidi ini merupakan hasil kerjasama seluruh pihak baik Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten, Perbankan dan tingkat lapangan. (Red)

About admin

Check Also

Hadir Rycko Menoza, Pemuda Pancasila Pesawaran Jaga Kekompakan Terus Berkreasi

LAMPUNG1.COM, PESAWARAN-Ketua Umum Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Provinsi Lampung mengintruksikan seluruh anggota untuk tetap menjaga …

7 comments

  1. pakain nya yg bermanfaat ya jangan salah penggunaan

  2. semoga lebih baik daro pupuk lainya

  3. semoga pupuk nya bermanfaat dan lebih baik lagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *