Minggu , Mei 9 2021
Home / Ruwa Jurai / Lampung Selatan / Warga Bakauheni Tuntut Gantirugi Pembebasan Lahan Segera Dibayarkan

Warga Bakauheni Tuntut Gantirugi Pembebasan Lahan Segera Dibayarkan

lampung1.com – Lampung Selatan – Puluhan warga Desa Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Lamsel, melakukan aksi unjukrasa, di tiga tempat yakni di Tugu Tupping Kalianda, Kantor Bupati Lamsel dan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kalianda, sekitar pukul 10.00 Wib, Kamis (21/4).

Massa GMBI Lamsel minta keadilan atas pembebasan lahan milik warga Dusun Cimalaya, Desa Bakauheni, agar segera dibayarkan, serta memproses secara hukum oknum-oknum yang melakukan perbuatan melawan hukum terkait pembebasan lahan di Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lamsel dan meminta pihak DPRD serta Bupati Lamsel untuk dapat turun menyelesaikan kasus lahan di Desa Bakauheni tersebut.

BACA JUGA:  Kunjungi Rehab RTLH di TMMD Kodim Kendal Tim Wasev Mabesad Dibanjiri Ucapan Terimakasih

Ketua GMBI Lamsel Heri Prasojo dalam orasinya mengatakan, pengelolaan tanah di Desa Bakauheni merupakan milik sejak tahun 1917. Bahkan, pada proses pembebasan lahan independen dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah memverifikasi terkait nama-nama atas tanah yang akan diganti rugi untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), hingga proses pembagian buku rekening yang dibuat oleh instansi terkait.

Namun saat masyarakat akan mencairkan dana ganti rugi lahan tersebut di Bank, ternyata tidak bisa dan mereka (warga) mendapatkan penjelasan dari pegawai Bank dan BPN bahwa dana tersebut merupakan uang lewat.

“Jadi, uang yang ada di rekening milik masyarakat dibekukan akibatnya, masyarakat sangat dirugikan. Untuk itu, kami meminta kepada Bupati Lamsel untuk dapat turun melakukan penyelesaian kasus lahan milik warga Desa Bakauheni, dengan memanggil instansi terkait pembebasan lahan tersebut. Sebab, kami menduga ini ada permainan oknum BPN dan tim pembebasan lahan pembangunan JTTS,” terang Heri Prasojo.

BACA JUGA:  Paslon Arinal-Nunik Jabarkan Visi Misi Dengan Tegas dan Lugas

Menanggapi aksi GMBI Lamsel, Bupati Lamsel Zainudin Hasan menyatakan, dirinya sangat prihatin sekali terhadap masyarakat Desa Bakauheni yang di telah dzolimi. Ia berharap agar para pegawai BPN tidak melakukan hal-hal negatif dalam menjalankan tugas yang dapat menyakiti hati rakyat.

“Insya Allah, dengan cara yang elegan persoalan ini bisa diselesaikan. Untuk itu, saya juga akan bersilaturahmi lebih dahulu dengan Kepala BPN Lampung Selatan dalam waktu dekat ini. Bahkan, di Kementerian PU dan pihak Bank juga bisa duduk bersama dalam penyelesaian masalah pembebasan JTTS ini agar bisa tepat waktu,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Posko Komando TMMD sudah Bersih

Sementara itu, Kasi Pengukuran BPN Lampung Selatan Wahyono menjelaskan, masyarakat Desa Bakauheni dapat melakukan guggatan ke Pengadilan dalam persoalan ini. Sebab, semua data-data mengenai pembebasan JTTS sudah diserahkan ke Pengadilan.

“Untuk masalah penyelesaian sengketa lahan pembebasan JTTS kini menjadi ranah Pengadilan. Jadi, silahkan lakukan guggatan ke pengadilan untuk penyelesaianya sengketa lahan pembebasan JTTS ini,” katanya. (Pranata)

About admin

Check Also

Terkait Kasus Covid19 Lampura Masuk Skala Nasional

LAMPUNG1.COM,KOTABUMI – Bupati Lampung Utara (Lampura) Hi. Budi Utomo, S.E., M.M., menghadiri apel Operasi Ketupat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *