Minggu , Mei 9 2021
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Temu Teknis Penyuluh Pertanian, Perikanan Dan Kehutanan

Temu Teknis Penyuluh Pertanian, Perikanan Dan Kehutanan

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung gelar acara Temu Teknis Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan se-Provinsi Lampung di aula Masjid Al-Furqon, Kamis(12/5).

Dihadir Wakil Gubernur Lampung Hi. Bachtiar Basri, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Kepala Pusat Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan RI (BPSDMKP), Kepala Pusat Penyuluhan BPPSDM, Pejabat Eselon II Pemprov Lampung.

Dalam sambutanya, Bachtiar Basri menyampaikan bahwa Provinsi Lampung dengan luas wilayah 35.376,5 Km2. Sebagian besar dari luas keseluruhan wilayah tersebut, merupakan lahan pertanian, perikanan dan kehutanan, sehingga menjadikan Lampung sebagai salah satu provinsi agribisnis di Indonesia.

DSC_0132Wagub mengatakan, hal tersebut telah dikuatkan dengan pencanangan “Lampung Sebagai Bumi Agribisnis” oleh Menteri Pertanian pada Tahun 1998. Sektor pertanian, perikanan dan kehutanan berperan penting dalam kegiatan pembangunan di Provinsi Lampung, karena sangat dominan dalam menentukan perkembangan perekonomian daerah Provinsi Lampung.

Ditunjukkan oleh beberapa kriteria, diantaranya sektor pertanian, perikanan dan kehutanan merupakan penyumbang terbesar dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Lampung. Pada tahun 2014, kontribusi sektor pertanian, perikanan dan kehutanan terhadap PDRB Lampung atas dasar harga konstan sebesar 32,48 %, sedangkan atas dasar harga berlaku sebesar 32,69 %.

BACA JUGA:  Kejar Target, TNI bersama Warga Terus Kebut Sejumlah Pembangunan Fisik Meski Masih Pra TMMD

Sektor pertanian, perikanan dan kehutanan merupakan penyumbang terbesar devisa untuk daerah Lampung, sebanyak 19,31 % dari total nilai ekspor daerah Lampung sebesar USD 7,27 miliar pada tahun 2014.

Sektor pertanian, perikanan dan kehutanan menyerap 70 % tenaga kerja melalui kegiatan on-farm, industri hulu, industri hilir dan jasa.

Upaya pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan di Provinsi Lampung telah menun-jukkan kemajuan/keberhasilan, antara lain, dalam sub-sektor Tanaman Pangan, beberapa komoditas tanaman pangan Lampung telah menjadi unggulan di tingkat nasional. Komoditas padi menempati peringkat ke-7 secara nasional; jagung peringkat ke-3 nasional, dan ubi kayu peringkat ke-1 (pertama) nasional.

Sedangkan sub-sektor Perkebunan, produksi kopi Lampung memberikan kontribusi sebesar 21,22 % dari produksi nasional. Selain itu, 85 % ekspor kopi robusta Indonesia berasal dari Lampung. Gula memberikan kontribusi sebesar 37 % produksi nasional.

Pada sub-sektor peternakan, komoditas peternakan Lampung merupakan salah satu lumbung ternak nasional. Dan sub-sektor perikanan, produksi ikan Lampung termasuk 10 besar penyumbang produksi perikanan secara nasional serta sub-sektor kehutanan, Provinsi Lampung merupakan provinsi terdepan dalam upaya pemberdayaan masyarakat di dalam dan di sekitar hutan melalui pemberian akses pengelolaan hutan kemasyarakatan (HKm), Hutan Rakyat (HTR) dan Kemitraan.

BACA JUGA:  Warga Sangat Senang Jalannya Mulus dan Lebar

DSC_0139Keberhasilan tersebut lanjut Wagub, ditunjukkan dengan terus meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) yang pada akhir Tahun 2015 mencapai 103,84 %. Diharapkan pada tahun 2016 ini, NTP Provinsi Lampung akan mengalami peningkatan.

Wagub berharap kepada seluruh penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan agar melakukan beberapa hal, yakni mengoptimalkan fungsi Balai Penyuluhan Kecamatan (BP3K) sebagai Centre of Excelence (COE) atau pusat informasi dan pusat pemberdayaan pelaku utama melalui

Penggalian dan penentuan materi-materi penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan petani di wilayah kerjanya, menjadikan BP3K sebagai tempat pelatihan bagi para penyuluh dan pelaku utama serta sebagai tempat percontohan penerapan teknologi dan inovasi baru di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan untuk dijadikan rujukan pelaku utama di wilayah kerjanya. Kegiatan percontohan dalam bentuk demplot, demfarm dan lain-lain, merupakan upaya diseminasi penerapan teknologi anjuran yang harus dilakukan BP3K serta memfungsikan BP3K sebagai pusat koordinasi dan sinkronisasi program dan kegiatan pembangunan sektor pertanian, perikanan dan kehutanan di wilayah kerjanya.

BACA JUGA:  Ini Destinasi Wisata Baru Di Lampung Barat

Juga melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, melakukan upaya-upaya penumbuhan kader-kader penyuluh swadaya melalui pemberdayaan kontak tani-nelayan dan petani maju dalam rangka mengatasi kurangnya jumlah tenaga penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota agar dapat memproses pengangkatan kader-kader tersebut sebagai Penyuluh Swadaya sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

Serta melakukan secara aktif pencarian teknologi dan inovasi terbaru, mengupayakan penumbuhan kelompok tani-nelayan melalui peningkatan kelas kelompok tani-nelayan serta menumbuhkan kelembagaan ekonomi petani berupa koperasi atau Badan Usaha Milik Petani (BUMP).

Dengan melakukan beberapa hal tersebut, Bachtiar berharap kendala dan tantangan yang ada dapat diatasi, Temu Teknis Penyuluh Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan diikuti oleh 1.350 Orang, terdiri dari unsur Sekretariat BAKORLUH PPK Provinsi, Kelembagaan Penyuluhan Tingkat Kabupaten (BP4K) Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, Kelembagaan Penyuluh Tingkat Kecamatan, Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Se-Provinsi Lampung, Serta Dinas Instansi Terkait. (Red)

About admin

Check Also

Gubernur Arinal dampingi kunjungan Rombongan Tim pemantauan Lokasi Penyekatan Peniadaan Mudik di Pelabuhan Bakauheni

LAMPUNG1.COM,Bakauheni, — Gubernur Arinal Djunaidi mendampingi kunjungan rombongan Tim Pemantauan lokasi Penyekatan Peniadaan Mudik di …

3 comments

  1. semoga bermanffat bagi pertanian lampung

  2. smg hasil penyuluhan dapat bermanpaat bagi peningkatan hasil pertanian lampung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *