Selasa , Februari 23 2021
Home / Ekonomi / Ramadhan, Kolang Kaling Jadi Idola
Sumber: google

Ramadhan, Kolang Kaling Jadi Idola

Industri Kolang-kaling Meningkat, Harganya Naik 2 Kali Lipat

Industri Kolang-kaling Meningkat, Harganya Naik 2 Kali Lipat

Dikirim oleh Redaksi pada 11 Juni 2016

LAMPUNG1.COM, Lampung Tengah – Bulan Ramadhan membawa banyak berkah tersendiri bagi siapa saja, contohnya yang di alami perajin kolang-kaling musiman di Kampung Wates, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah, dalam seharinya perajin bisa memperoduksi 150 kilogram kolang-kaling.

Meski kolang-kaling bukanlah makanan utama bagi masyarakat, namun setiap Ramadhan tiba, buah dari pohon aren itu selalu naik daun dan menjadi buruan warga.

BACA JUGA:  Laila Titik Wahyuni Remaja Pengidap Tumor Tulang Butuh Uluran Tangan

Dalam sehari pengrajin dapat memasak 16  drum kolang-kaling. Akan tetapi, mengolah biji dari pohon aren itu memang bukanlah  pekerjaan yang mudah. Proses pertama kali yang dilakukan, merebus buah aren sampai warna kulit buah berubah menjadi hijau tua.

Setelah itu, biji kolang-kaling berwarna putih cerah dikeluarkan dari dalam bauah aren dengan cara membukanya. Prosesnya tak berhenti sampai di situ, biji kolang-kaling yang telah dikeluarkan dari buah aren tersebut dikeprek/dipecahkan lalu direndam dengan air beras untuk menghilangkan getah.

BACA JUGA:  Derasnya Arus Sungai Katimaha Memakan Korban

Meski demikian perajin kolang-kaling tak merasa kesulitan memasarkan bahan baku kolak atau manisan itu saat Ramadhan. Pasalnya, pembeli kolang-kaling dari wilayah setempat maupun luar daerah rela datang langsung ke pengrajin.

Menurut nanang salah satu pengerajin kolang-kaling mengatakan, harga kolang-kaling selama Ramadhan memang meningkat. Diluar Ramadhan harganya berkisar 3.500 rupiah per kilogramnya, namun di Ramadhan ini meroket dua kali lipat, yakni 7000 rupiah per kilogramnya. (Tim/L1)

About admin

Check Also

Gara-Gara Dilaporkan Istri, Seorang Suami Di Lampung Timur Dijebloskan Ke Penjara

LAMPUNG1.COM, Seorang suami di Lampung Timur, harus mendekam di ruang tahanan, karena laporan istri, terkait …

5 comments

  1. Jelaslah mahal nyariknya susah

  2. ay kok bisa kaya gitu ya

  3. uadah kayak harga bhn makann pokok ya kolangkaling

  4. wajarlah mahal harganya krn buatnya juga susah

  5. wah…wah kolang kaling aj segitu harganya y

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *