Sabtu , Juni 18 2022
Home / Hukum Kriminal / Diduga Vaksin Palsu, BPOM Tunggu Hasil Tes Laborat
Ilustrasi (Sumber : Google Image)

Diduga Vaksin Palsu, BPOM Tunggu Hasil Tes Laborat

Diduga Vaksin Palsu, BPOM Tunggu Hasil Tes Laborat

Dikirim oleh Redaksi pada 14 Juli 2016

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung – Balai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Bandar Lampung sedang menunggu hasil tes laboratorium dari BPOM Pusat, terkait ditemukannya vaksin yang diduga merupakan vaksin palsu.

Hartadi Kepala Balai BPOM Kota Bandar Lampung, menjelaskan terdapat lima jenis vaksin yang diduga palsu, yakni vaksin campak, hepatitis B, polio, BCG, dan pentabid. Kelima vaksin tersebut ditemukan di 13 Klinik dan Rumah Sakit yang ada di dua Kabupaten Kota di Provinsi Lampung, salah satunya Kota Metro.

BACA JUGA:  TMMD ke- 110, Babinsa Bersama Anggota Kodim Bojonegoro Berikan Himbauan Prokes Ke Warga

Menurut Hartadi, dampak dari vaksin yang diduga palsu tersebut adalah tidak adanya kekebalan tubuh. Hingga kini belum ada korban jiwa yang disebabkan oleh dampak vaksin yang diduga palsu tersebut. (Dirga/Zhani)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

HUT Polri Ke-76, Polsek Bangun Rejo Salurkan 120 Musaf Alquran ke Dua Ponpes

LAMPUNG1.COM, Lampung Tengah – Rangkaian HUT ke-76 Polri, jajaran Polsek Bangun Rejo bersilaturahmi dengan dua …

10 comments

  1. Semoga dpat trselesaikkn

  2. semoga cepat terselesaikan masalahnya

  3. BPOM jarang turun ke pasar,hanya waktu tertentu aj,gemana mau tau ada vaksin palsu

  4. BPOm lemah dalam pengawasan di pasaran,perlu ada peningkatan kinerjanya

  5. BPOM banyak 86 kali ya ngk pernah ada tindakan hasil yg di lakukan di pasar

  6. ngk ada kerjanya BPOM selama ini ngk jls, hanya makan gajih doang dunia udh heboh baru turun

  7. jadi apalah pungsi BPOM ya kok ngk ketahuan ada vaksin palsu di daerhnya

  8. kok bisa ya nalsuinvaksin udah gak ada usah laen tah??

  9. seharusnya pihak dinas kesehatan segera tindak lanjuti temuan ini,sehingga masyarakat tidak resah ya…dan ungkapkan rs atau balai pengobatan mana yg terindikasi jad warga ngk ketipu lagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.