Senin , Februari 22 2021
Home / Ekonomi / Gara-gara Pasir, Ratusan Warga Ancam Demo Pemerintah

Gara-gara Pasir, Ratusan Warga Ancam Demo Pemerintah

LAMPUNG1.COM, Gara-gara Pasir, ratusan warga masyarakat dari 2 Desa, yaitu Desa Margasari dan Desa Sukorahayu, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, mengancam akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran kepada Pemerintah baik Kabupaten, Propinsi, bahkan sampai ketingkat Pusat.

Aksi demo warga masyarakat ini di picu mencuatnya informasi, tentang adanya rencana ekspoitasi pengerukan pasir laut, di Pulau Sekopong, yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), yang diduga akan di lakukan oleh PT Sejati 555 Sempurna Nuswantara.

BACA JUGA:  Penyebaran DBD di Pesibar, Dinkes Tedi Zadmiko Instruksikan Puskesmas Lakukan Sosialisasi Kebersihan Lingkungan dan Pemberantasan Jentik Nyamuk

Menurut salah seorang Tokoh Masyarakat Desa Margasari, Soni Suroso, aksi eksploitasi dan pengerukan pasir laut di Pulau Sekopong, Kecamatan Labuhan Maringgai, di khawatirkan dapat memicu abrasi besar-besaran, dan salah satu resikonya adalah pada kawasan pantai hutan TNWK.

“Kalau Pulau Sekopong dikeruk pasirnya, otomatis tidak ada lagi penangkal ombak, apalagi kalo kapal tongkang berkapasitas 3500 kubik sudah beroperasi, gelombang ombaknya pasti merusak bagan-bagan ikan milik nelayan”, jelas Suroso.

BACA JUGA:  Bupati Tulangbawang Serahkan SK Pengangkatan CPNS

Warga masyarakat juga mempertanyakan keabsahan dokumen perijinan, yang di proses oleh PT Sejati 555 Sempurna Nuswantara kepada Pemerintah, karena selama ini warga merasa belum pernah menandatangani berkas persetujuan apapun terkait perizinan lingkungan. (Ded)

About Eko Arif

Hidup Itu, Harus Bermanfaat Buat Orang Lain.

Check Also

Tim Pra- TMMD 110 Kodim Bojonegoro Berikan Support Pengrajin Kayu Jatimulyo

LAMPUNG1.COM, Bojonegoro – Ditengah Pandemi Covid 19, banyak kendala yang dihadapi oleh Masyarakat, terkait persoalan …

3 comments

  1. jangan sering demo,.banyakinn diskusi

  2. pikirkan rakyat juga dong

  3. itu lah pemerintah,kacang lupa kulit nya,klo ada apa” bakal pemerintah juga yang repot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *