Minggu , Mei 16 2021
Home / Hukum Kriminal / Banyak Proyek yang Diduga Milik Siluman di Kalianda

Banyak Proyek yang Diduga Milik Siluman di Kalianda

LAMPUNG1.COM, Lampung Selatan – Pembangunan di seputar Kota Kalianda, seperti proyek pembangunan gapura, taman di DPRD Lamsel dan proyek pembangunan rest area di lingkungan Masjid Agung Kubah Intan yang nilainya miliaran rupiah itu diduga milik siluman. Pasalnya , rekanan proyek enggan memasang plang papan nama.

Tak heran bila banyak warga sekitar bertanya-tanya proyek tersebut milik siapa, apa jenis pekerjaanya, berapa hari masa pekerjaanya dan berapa nilai proyeknya tidak diketahui dengan jelas. Khususnya Rest area Masjid Agung Kubah Intan diduga menjadi proyek abadi. Pasalnya, hampir tiap tahun di bongkar pasang.

BACA JUGA:  Arinal Nunik Komitmen Pastikan Alokasi Anggaran Pembangunan untuk Pemberdayaan Perempuan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat Hermansyah Hamidi, mengaku telah menegur baik pihak Pejabat Pembuat Komiten (PPK) maupun pihak rekananya. Namun, sampai saat ini belum juga dipasang plang nama proyek tersebut.

“Seharusnya, plang papan nama proyek dipasang sebelum pekerjaan dimulai. Tujuanya adalah untuk transparansi, tapi saya juga tidak tahu kenapa sampai sekarang belum juga dipasang oleh rekanan proyek,” Dalih Hermansyah, didampingi Sekretaris Dinas PU Lamsel Destrinal, Rabu (31/8/2016).
Sementara itu, Sekretaris Daerah Lamsel Freddy, ketika ditemui di Masjid Agung Kubah Intan, Kalianda mengatakan akan menegur Kadis PU. “Ya, nanti akan saya tegur Kepala Dinas PU-nya” ujar dia.

BACA JUGA:  Arinal Optimis Dilantik Sesuai Jadwal

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang, perubahan kedua atas Perpres 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa dijelaskan, pemasangan plang proyek merupakan persyaratan yang harus dipenuhi sebelum dimulainya pelaksanaan pekerjaan.

Disamping itu ada juga Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung (“Permen PU 29/2006”). Dan Paturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan (“Permen PU 12/2014”).

BACA JUGA:  Kunker Kementerian Pertanian Ri Ke Provinsi Lampung Dalam Mensikapi Harga Singkong

Dimana, setiap proyek pembangunan pemerintah, kontraktor yang mengerjakannya wajib memajangkan papan plang yang mudah dilihat dan dibaca sebagai informasi terhadap masyarakat sekitar, serta untuk memudahkan masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan pembangunan di daerahnya. (Pranata)

About admin

Check Also

Personil Kompi 2b Pelopor Melaksanakan PAM Arus Balik Hari Raya Idul Fitri 1442.

LAMPUNG1.COM – Menindak lanjuti Nota Dinas Karo Ops Polda Lampung Nomor : B / ND- 100 …

3 comments

  1. Semoga tujuan nya bisa trwjud

  2. Mungkin biar tidak ketahuan kalau dia menipu rakyat

  3. inilah rusaknya pejabat kita banyak yg main belakang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *