Sabtu , September 18 2021
Home / Hukum Kriminal / Keluarga Korban Pencabulan Kecewa Atas Putusan Hakim

Keluarga Korban Pencabulan Kecewa Atas Putusan Hakim

LAMPUNG1.COM, Lampung Utara – Keluarga korban tindak pidana pencabulan anak dibawah umur mengaku kecewa, terhadap vonis bebas yang diputuskan hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri Kotabumi, Lampung Utara pada 26 Juli 2016 lalu.

Pelaku pencabulan FA (25), adalah warga Trimodadi, kecamatan Abung Selatan, Lampura. Sedangkan korban SI (17) yang saat ini trauma akibat kejadian tersebut, tidak lagi beraktifitas seperti biasanya meskipun berada di rumah.

Subandi kakak kandung korban memaparkan, musibah yang menimpa adiknya itu terungkap pada awal tahun 2016. Saat itu SI memutuskan untuk berhenti sekolah dan ingin mencari pekerjaan ke pula Jawa.\

SI tinggal di desa Srimulyo, kecamatan Ratuaji, Lampung Tengah bersama kakak dan orang tuanya, saat itu dirinya masih duduk dibangku kelas 11 SMA. Keputusanya untuk berhenti sekolah itu menjadi kecurigaan keluarga untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada SI.

BACA JUGA:  Renovasi Masjid Darul Fallah Hampir Sempurna

Berdasarkan kecurigaan tersebut, keluarga mendesak SI untuk mengatakan hal yang telah di alami SI. Menurut pengakuan SI, dirinya sudah lama menjalin hubungan asmara dan sudah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan FA (25).

“Setelah kami cari informasi ternyata memang adik saya berpacaran dengan FA dan kami ingin meminta pertanggungjawabannya,” terang Subandi saat diwawancarai, di kantor LBH Suara Keadilan Lampura (2/8/2016).

Mendengar hal tersebut Subandi kemudian melaporkan FA ke Polres Lampura, yang tertuang dalam nomor laporan 173/B-1/II/2016. Setelah menjalani beberapa rangkaian persidangan, tepat pada tanggal 26 Juli 2016, FA divonis bebas dari tuntutan pidana pencabulan anak dibawah umur.

“Kami kecewa atas vonis itu, padahal pengakuan korban dan pelaku sudah jelas, ditambah bukti dan saksi. Kami berharap hukum harus ditegakkan seadil-adilnya sehingga FA bisa dikenakan sanksi akibat perbuatannya,” ucap Subandi.

BACA JUGA:  Pemerintah Ajak Masyarakat Kerja Bersama, Mewujudkan Keadilan & Kemakmuran Di Kota Metro

Sementara itu Ketua LBH Suara Keadilan Anshori yang mendampingi perkara ini juga mengaku kaget dan kecewa dengan putusan hakim yang memvonis bebas terdakwa.

“Kok bisa, bukti dan saksi kuat malah divonis bebas. Padahal terdakwa dituntut dengan tiga pasal dakwaan dan dalam UU RI 35 2016 tentang perlindungan anak dan diancam hukuman 11 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU),” ungkap Anshori.

Menurut Anshori JPU harus bisa mengupayakan hukum Kasasi. Dan pihaknya pun akan mencoba melaporkan kejadian ini ke Komisi Yudisial (KY) serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

BACA JUGA:  Satgas TMMD 109 Edukasi Masyarakat Tentang Bahaya Covid-19

Sedangkan menurut salah satu hakim anggota yang juga menangani perkara ini Faisal Zhuhry saat diwawancarai di Pengadilan Negeri (PN) Kotabumi mengatakan, bahwa dalam menangani perkara nomor 51/Pidsus/2016 ini sudah memutuskan putusan atas pertimbangan fakta-fakta persidangan. Menurutnya tidak ada satupun unsur dakwaan JPU terpenuhi.

“Berdasarkan UU 35 pasal 81 dan 82 kita dapati fakta persidangan baik dari saksi JPU dan saksi meringankan terdakwa, unsur-unsur seperti ancaman, kekerasan dan bujuk rayu dalam kasus tersebut tidak ada atau tidak memenuhi unsur-unsur nya,” ujar Faisal.

Dengan demikian, Faisal Zhuhry mangaku masih menunggu upaya hukum Kasasi oleh JPU jika keberatan atas putusan vonis bebas itu. “Ya kita juga sedang menunggu jika memang ada upaya hukum lainnya dari jaksa” tutup dia. (Faisol)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Kapolres Kab Tubaba Pantau Kegiatan HUT PMI Ke 76 Dan Gerai Vaksinasi

Lampung 1.com-Tubaba:Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sunhot P Silalahi, S.IK., M.M. meninjau kegiatan vaksinasi di …

One comment

  1. ya itulah hukum kita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *