Rabu , Juli 28 2021
Home / News Lampung1 / Kondisi MI Al-Qomi dan MTs Al-Hidayah Memprihatinkan

Kondisi MI Al-Qomi dan MTs Al-Hidayah Memprihatinkan

[youtube width=”100%” height=”340″ src=”ewMxydIpBpY”][/youtube]

LAMPUNG1.COM, Way Kanan – Ditengah gencarnya pembangunan Provinsi Lampung pada bidang pendidikan yang saat ini sedang digembor-gemborkan Pemerintah. Baik Provinsi, maupun Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Lampung. Ada salah satu sekolah di Kabupaten Way Kanan yang kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten setempat maupun Provinsi.

Beginilah kondisi Madrasah ibtidaiyah (MI) Al-Qomi dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Hidayah yang berada di desa Sukabumi, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan yang luput dari perhatian Pemerintah.

BACA JUGA:  48 Pekon Di Kabupaten Pringsewu Akan Ikuti Pilkakon Serentak Mei 2020

Guru honor yang mengajar MI Al-Qomi sebanyak 10 orang dan di MTs Al-Hidayah 12 orang tenaga pengajar. Para guru tetap menjadi pahlawan tanpa tanda jasa di sekolah yang kondisi bangunannya memperihatinkan ini.

Plafon keropos, pintu termakan rayap, serta lantai semen yang mulai hancur dimakan usia, sudah menjadi pemandangan sehari-hari bagi para pengajar. Dalam mengajar selama satu jam mata pelajaran, para guru honor disini mendapat upah sebesar 10.000 rupiah.

BACA JUGA:  Semangat, Kepala Desa Tebluru Dampingi Dandim Tinjau Lokasi TMMD

Jumlah murid MI Al-Qomi sebanyak 107 siswa, sedangkan murid MTs Al-Hidayah hanya terdapat 36 siswa saja. Dari 36 murid itu, di kelas 9 terdapat 17 murid saja, dan kelas 8 ada 19 murid, sedangkan untuk dikelas 7, sekolah ini tidak memiliki murid sama sekali.

Namun, meskipun kondisi bangunan sekolah memperihatinkan seperti ini, itu semua tidak mengurangi niat belajar bagi para murid yang mau bersekolah di MTs Al-Hidayah. Hal tersebut terbukti dari beberapa piala penghargaan yang telah diraih oleh siswa-siswi yang bersekolah di Madrasah ini.

BACA JUGA:  Siapkan Tempat Cuci Tangan di Lokasi TMMD

Dengan demikian para guru maupun murid mengaku khawatir apabila ada genteng yang jatuh akibat beberapa kayu-kayu penyangganya yang sudah mulai rapuh. (Basri Subur)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

BPNT di Kecamatan Padang Ratu Diduga Dimonopoli

LAMPUNG1.COM, Lampung Tengah – Pencairan bantuan pangan non tunai (BPNT) bagi warga kurang mampu di …

2 comments

  1. semoga MI Al-Qomi dan MTs Al-Hidayah dapat diberi bantuan dari pemerintah untuk membangun gedung

  2. kemana biaya pendidikan dari kementerian agama ya…?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *