Jumat , Februari 19 2021
Home / Hukum Kriminal / RS Urip Sumoharjo Diduga Malpraktek

RS Urip Sumoharjo Diduga Malpraktek

[youtube width=”100%” height=”340″ src=”Y13y1aWsdTs”][/youtube]

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung – Upik Rosina (57), warga Jalan Kelud Raya No. 263, Perumnas Way Halim, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung harus merasakan akibat dari salah satu dokter yang bertugas di RS Urip Sumoharjo yang menangani pasien secara tidak professional.

Dugaan malpraktek oleh dr. Suharsono muncul, ketika Upik mengkonsumsi obat yang diberikan sang dokter selama 6 hari. Bukan sembuh dari penyakit,malah kulit di sekujur tubuh Upik justru melepuh.

BACA JUGA:  Grab Indonesia Dorong UMKM Terus Maju Dengan Program Digitalisasi #terususaha

Dalam konferensi pers yang digelar oleh pihak keluarga korban, pengacara Dedy Mawardi, SH menjelaskan, mulanya pasien datang ke RS Urip Sumoharjo pada 10 Agustus 2016 lalu, untuk memeriksakan penyakit yang dideritanya.

Setibanya Upik di RS, dirinya ditangani oleh dr. Suharsono yakni dokter spesialis saraf. Hasilnya, Pasien diberikan obat jenis phenytoin cap xv yang diketahui untuk mengobati pasien penderita kejang – kejang.

BACA JUGA:  Hari Pramuka, Gubernur Lampung Raih Lencana Melati

6 hari setelah mengonsumsi obat tersebut bukan sembuh yang didapat, justru malah kulit pasien melepuh seperti terbakar. Saat ini, Upik dirawat di RS Urip Sumoharjo ruang Keratun Nomor 6B1.

Ironisnya, dengan kondisi pasien yang semakin memburuk, pihak rumah sakit justru tidak memberikan tindakan medis yang lebih serius. Dugaan lain timbul dari pihak keluarga bahwa RS Urip Sumoharjo tidak serius dalam menangani pasien yang menggunakan BPJS.

BACA JUGA:  Nunik Akan Bantu Pengembangan Bawang di Lampung

Pihak keluarga telah melaporkan kejadian ini ke Polda Lampung, dan telah mengirimkan pengaduan ke pengadilan negeri Tanjung Karang.(Ariyan Zhani)

About admin

Check Also

Personil TNI & Polri Amankan Distribusi BST Di Lampung Timur

LAMPUNG1.COM, Personil TNI dan Polri diturunkan untuk melakukan proses pengamanan distribusi Bantuan Sosial Tunai (BST) …

9 comments

  1. semoga tidak terulang kembali

  2. Seharusnya pihak rumah sakit tidak membedabedakan pasien

  3. Dokter suharsono bgus ko mlah dsiplin wktu org ny.. Sya jg mke bpjs d urip..ga ad mslah

  4. penegak hukum harus mengusut tuntas,,kasian ibuk itu,,

  5. tutup aja rumah sakitnya….

  6. aduh gimana lah kok pihak kesehatan kaya gitu

    mentang mentang pake BPJS di perlakukan seperti itu

  7. inilah kalau penanganan pasen asal2an mentang2 pakai bpjs,biar pakai bpjs toh juga baya r nasyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *