Jumat , Februari 19 2021
Home / Hukum Kriminal / Aksi Emosional, Warnai Rekonstruksi Pembunuhan Di Metro

Aksi Emosional, Warnai Rekonstruksi Pembunuhan Di Metro

LAMPUNG1.COM, Aksi emosional berupa pemukulan terhadap tersangka, sempat mewarnai proses Rekonstruksi pembunuhan Helen (15), pelajar SMP, yang merupakan warga Kelurahan Hadimulyo Barat, Kota Metro, pada Rabu (31/8).

Seperti diketahui, korban ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan, pada kamis (28/7) lalu, dengan tubuh setengah telanjang, dan di tutupi lumpur, akibat dugaan kasus tindak pidana pembunuhan, yang diduga kuat dilakukan oleh tersangka yang berinisial H (19), warga 15 B Metro Timur, Kota Metro.

BACA JUGA:  DPRD Tubaba Gelar Paripurna Mendengarkan Pidato Presiden RI

Kapolres Kota Metro, AKBP Ralli Muskitta, yang memonitor langsung proses reka adegan kasus tindak pidana pembunuhan, di lokasi kejadian perkara, di sekitar Jl raya Diponegoro ini, menerangkan bahwa dalam proses rekonstruksi ini, terdapat sekitar 17 adegan.

“Selain sebagai bentuk tahapan untuk melengkapi berkas penyidikan, proses rekonstruksi ini juga untuk memenuhi permohonan pihak Penuntut Umum”, terang AKBP Ralli Muskitta.

Meskipun bisa memahami kekecewaan dan luapan emosi pihak keluarga korban, namun Kapolres Metro ini juga sangat menyesalkan adanya upaya pemukulan atau tindakan main hakim sendiri, yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu, saat proses rekonstruksi berlangsung.

BACA JUGA:  Gubernur Lampung Pimpin Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai

“Kita sangat paham pihak keluarga korban, kecewa dan sangat emosi dengan tersangka, tetapi seharusnya jangan sampai ada yang melakukan tindakan anarkhis, sebaiknya percayakan saja proses kasus ini, pada aparat penegak hukum”, ujarnya. (Eko Arif)

About Eko Arif

Hidup Itu, Harus Bermanfaat Buat Orang Lain.

Check Also

Ops Cempaka Krakatau 2021, Polisi Gerebek Judi Sabung Ayam, Pelaku Melarikan Diri.

LAMPUNG1.COM, Way Kanan — Polres Way Kanan menggerebek arena judi sabung ayam di Kampung Ramsai Kecamatan …

2 comments

  1. wajar ajlah emosi keluarganya korban,semua pasti merasa seperti itu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *