Minggu , Mei 9 2021
Home / Ruwa Jurai / Camat Gedung Meneng Tuba Tanggapi Dugaan Rekayasa Izin PT GTS

Camat Gedung Meneng Tuba Tanggapi Dugaan Rekayasa Izin PT GTS

LAMPUNG1.COM, Tulang Bawang – Menanggapi pemberitaan di berbagai media terkait dugaan rekayasa izin rekomendasi tambang pasir PT. Gunung Tapa Sejahtera (GTS), Tarjono Camat Gedung Meneng, Tulang Bawang, akui tambang pasir tersebut berdampak pada lingkungan di daerah setempat, Kamis (8/9).

Tarjono membenarkan bahwa pada tahun 2014 lalu pernah merekomendasi izin tambang pasir untuk PT. GTS. Namun menurutnya, rekomendasi tersebut langsung ditindaklanjuti ke Dinas Pertambangan dan Tim Tekhnis Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) yang terdiri dari Bappeda, Dinas Pertambangan, Dinas Perhubungan, dan Instansi lain. Kemudian untuk layak atau tidaknya dijadikan tempat tambang pasir, Tarjono mengatakan tim tekhnis yang mengkaji atau menentukannya, sebab pihaknya hanya merekomendasikan usulan dari Kepala Kampung.

BACA JUGA:  Dinas Pendidikan Bojonegoro Cek SDN Ngrancang Sasaran TMMD 110 Tambakrejo

Tarjono juga menjelaskan, bahwa BPN (Badan Pertanahan Nasional) Tulang Bawang selaku tim survey pernah turun kelapangan untuk melakukan pemetaan lahan. Tarjono mengaku tidak mengetahui nama-nama pemilik lahan tersebut, apakah milik masyarakat adat atau milik perseorangan, namun yang jelas lahan tersebut tidak terdapat akta jual beli (AJB) atau surat tanah yang diketahui oleh Camat Gedung Meneng, melainkan hanya sporadik Kepala Kampung.

BACA JUGA:  Tanpa Henti Mesin Molen Terus Berputar di Tebluru

Tarjono juga tidak menampik jika lahan seluas 96 Ha lebih tersebut dijadikan penambangan pasir, maka akan berdampak pada lingkungan dan pemukiman warga setempat.

Sementara, Kepala BPN Tulang Bawang Agus Purnomo mengaku kaget atas keluarnya Rencana Wilayah Izin Pertambangan (WIUP) di daerah Gedung Meneng, yang dikeluarkan oleh Kasubsi Pengukuran dan Pemetaan Kantor Pertahanan Jaufan Isnanto. Agus berjanji akan memanggil Jaufan Kusnanto dan mempertanyakan hal tersebut, sebab Jaufan Isnanto telah pindah tugas dari BPN Tulang Bawang.

BACA JUGA:  Kapolsek Pun Ikut Bikin Adukan

Diketahui, titik koordinat yang dikeluarkan Kasubsi Pengukuran dan Pemetaan Jaufan Isnanto seluas 96,33 Ha itu terdapat enam titik, diantaranya titik pertama pada 105˚ Bujur Timur hingga 4˚ Lintang Selatan. Sedangkan, untuk lima titik koordinat lainnya serupa . (Yahya Affyt)

About admin

Check Also

Kepala BPTP Lampung Beri Penyuluhan Di Lokasi Lahan Pertanian Sidomulyo

LAMPUNG1.COM, Tanggamus – Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung, Dr. Drs. Jekvy Hendra, M.Si. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *