Senin , Februari 22 2021
Home / Ekonomi / Inflasi Bandar Lampung Urutan 43 dari 82 Kota

Inflasi Bandar Lampung Urutan 43 dari 82 Kota

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung – Inflasi Kota Bandar Lampung tempati urutan 43 dari 82 Kota yang diamati perkembangan harganya. Dari 82 Kota tersebut, 49 Kota mengalami deflasi dan 33 Kota lainnya mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 0,87 persen dan terendah di Cilegon sebesar 0,01 persen. Sedangkan inflasi tertinggi di Sorong dan Monokwari sebesar 1,27 persen, inflasi terendah terjadi di Jakarta sebesar 0,01 persen.

BACA JUGA:  Berkumpul Dengan Teman Ketika Malam Minggu Jadi Tren di Pringsewu

Kota Bandar Lampung mengalami deflasi sebesar 0,11 persen. Dari tujuh kelompok pengeluaran, dua kelompok memberikan andil deflasi, yakni kelompok keuangan memberikan andil deflasi sebesar 0,22 persen, dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan deflasi sebesar 0,21 persen. Sementara empat kelompok memberikan andil inflasi, yakni kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,18 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,07 persen, kelompok sandang sebesar 0,04 persen, dan 0,03 persen dari kelompok kesehatan. Sedangkan, satu kelompok lainnya yakni kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak memberikan andil inflasi.

BACA JUGA:  Chepy Aditya Nahkodai BPC HIPMI Labuhanbatu

Deflasi didominan oleh komoditi angkutan antar kota, jeruk, daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, tomat sayur, telur ayam ras, anggur, gula pasir, dan cung kediro.

Berdasarkan perhitungan inflasi tahun kalender (point to point) pada Agustus 2016 Kota Bandar Lampung mengalami inflasi sebesar -0,71 persen, dan inflasi year on year (yoy) sebesar 2,12 persen. (Red/KOM)

About admin

Check Also

DPRD Lampura Gelar Paripurna Pembentukan Perda Tahun 2021

LAMPUNG1.COM, Lampung Utara – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Utara gelar rapat paripurna …

3 comments

  1. bandar lampung aj defisit gemana kabupaten yg lain ya d provinsi lampung

  2. wah…wah… terhambat dong pembangunan di bandar lampung akibat defisit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *