Senin , Mei 17 2021
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / 53 Menara BTS Mikrosel PT TBG Tidak Berizin

53 Menara BTS Mikrosel PT TBG Tidak Berizin

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung – Sebanyak 53 titik Menara BTS Mikrosel PT Tower Bersama Grup (TBG) sudah berdiri, namun tidak mengantongi izin dari Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Bandar Lampung.

Tidak hanya itu, kebaradaan tower telekomunikasi itu pun diduga melanggar paraturan Ruang Milik Jalan (Rumija), pasalnya tower bediri diarea trotoar.

Dari pantauan Lampung1.com, puluhan Tower TBG tersebut tersebar disejumlah Kecamatan, diantaranya Kecamatan Rajabasa, Bypass Soekarno Hatta, Kemiling, dan Jalan Sultan Haji Kelurahan Sepang Jaya. Di jalur dua Kelurahan Korpri juga terlihat PT TBG mendirikan menara dibahu jalan dan ruang manfaat jalan.

BACA JUGA:  Dengan Motor, Provost Antar Waaster Kodam IV/Diponegoro Tinjau Lokasi TMMD

Kepala Bidang (Kabid) Perizinan Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) Bandar Lampung, Fahrudin, mengaku heran dengan adanya pembangunan menara yang tidak memiliki izin dari mereka. Menurutnya, tidak ada koordinasi yang dilakukan Diskominfo mengenai pengajuan izin 53 BTS itu.

”Kami belum pernah mengeluarkan izin apapun untuk menara mikrosel itu, cobatanyakan ke Diskominfo,” katanya.

Diketahui, tower tersebut juga menggunakan ruang manfaat jalan dan bahu jalan yang notabene aset Pemkot.

“Jadi hal ini harus di tindaklanjuti juga oleh Distako, mereka akan melakukan pengawasan dalam waktu dekat ini, tapi coba hubungi Distako,”ungkapnya.

BACA JUGA:  Tengok Mahasiswa KKN, Rektor Unila Perkuat Kerjasama Dengan Pemkab Tulangbawang

Fahrudin juga mengatakan, dalam PP nomor 34 Tentang Jalan, jelas mengatur pemanfaatan ruang manfaat jalan yang akan digunakan untuk bangunan utilasi harus seizin Menteri dan penyelenggara jalan.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Bandar Lampung, Sidik Ayogo, mengaku pihaknya merasa kecolongan terkait telah berdirinya tower tanpa dilengkapi perizinan. Karena menurutnya, sesuai ketentuan pembangunan tower baru dapat dilakukan jika sudah melengkapi perizinan dan mengikuti persyaratan yang barlaku.

“Bisa dikatakan lancang, harusnya urus izin dulu baru bangun. Karenanya tadi sudah kita panggil,” tegasnya.

BACA JUGA:  Safari Ramadhan Perdana, Pemkab Lampung Tengah Kunjungi Masjid Amirul Mulmini

Diakui Sidik, perjanjian kerjasama dengan TBG memang sudah dibuat dan pihaknya pun telah merekomendasikan titik-titik tower yang dibangun. Terkait bagaimana bisa Diskominfo kecolongan, Sidik mengaku lepas koordinasi dengan stafnya.

Terkait sanksi apa yang akan dikenakan ke TBG. Sidik menjelaskan, akan dibahasmelalui rapat BKPRD. Sidik menyatakan, dengan pembangunan tower tersebut, pihak Pemkot sampai saat ini tidak ada pemasukan PAD.

Sementara, Pimpinan PT TBG Lampung, Ode Helmi Setiawan saat dihubungi melalui telepon, menyatakan tidak ingin berkomentar terkait masalah tersebut. (Jani)

About admin

Check Also

Dramatis.!! Sebuah Rumah Di Pekon Kota Besi Kecamatan Batu Barak Nyaris Terseret Tanah Longsor

LAMPUNG1.COM, Lampung Barat – Dramatis sebuah rumah milik Rifa’i, Masyarakat pekon kota besi, Tepatnya di …

One comment

  1. emang kebanyakan tower propeder itu asal aja ngurusin izinnya,blm lengkap dia berani bangun tower,krn bisnis menjanjikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *