Minggu , Mei 15 2022
Home / Peristiwa / AMPT dan Laskar Merah Putih Orasi Dikantor Bupati dan DPRD Tanggamus

AMPT dan Laskar Merah Putih Orasi Dikantor Bupati dan DPRD Tanggamus

LAMPUNG1.COM, Tanggamus – Sekelompok massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Tanggamus (AMPT) dan Laskar Merah Putih Tanggamus, siang tadi (28/10), mendatangi Kantor Bupati Tanggamus dan gedung DPRD setempat.

Pertama yang didatangi massa adalah kantor Bupati, namun tidak ada pejabat yang berhasil ditemui. Walhasil massa hanya menyampaikan orasinya melalui pengeras suara. Aksi damai yang dikawal aparat Kepolisian dari Polres Tanggamus dan Satpol PP tersebut, berlangsung kondusif. Setelah berorasi dikantor Bupati, massa melanjutkan aksi damainya digedung DPRD Tanggamus.

BACA JUGA:  Bupati Kab Tubaba Hadiri Acara Lampung Sundanese Arts Festival Ke-6 Tahun 2021

Perwakilan dari AMPT Mustain dalam orasinya digedung DPRD mengatakan mendukung langkah 13 anggota DPRD Tanggamus yang sudah melaporkan dugaan suap pembahasan APBD tahun 2016 yang dilakukan oleh Bupati Tanggamus.

“Kami salut dengan 13 anggota DPRD yang berani melapor, artinya mereka benar-benar memikirkan rakyat Tanggamus. Harapan kami dari AMPT agar supaya kasus ini diselesaikan secara hukum, jangan sampai ada manipulasi-manipulasi lain,” ujar Mustain.

Sementara itu, orator lainnya Rizal Umar meminta agar para warga Tanggamus khususnya pemuda untuk bangkit.

BACA JUGA:  Tekab 308 Polsek Pasir Sakti, Bekuk DPO Begal Di Lampung Timur.

“Hari ini aksi kita bertepatan dengan hari sumpah pemuda. Maka dari itu, mari kita bangkit. Kepada Pemda harusnya membantu pihak kepolisian untuk memberantas begal. Anak nakal itu harus dibina bukan dibiarkan begitu saja. Anggarkan khusus untuk pembinaan anak-anak didaerah rawan jangan hanya kegiatan pengajian saja yang dilakukan,” ungkap Rizal.

Ketua Laskar Merah Putih Tanggamus Fatahul juga mengapresiasi langkah 13 anggota DPRD Tanggamus yang berani melapor ke KPK.

BACA JUGA:  Ketua PC NU Hadiri Tahlil dan Pengajian Akbar Disuoh

“Dengan ditetapkannya Bupati sebagai tersangka, artinya perjuangan kami turun selama hampir 8 bulan ini tidak sia-sia, dan juga kami ucapkan terimakasih kepada KPK dan aparat penegak hukum lainnya. Kami harap kasus ini dapat terungkap dengan tuntas,” ujarnya.

Setelah hampir 30 menit massa melakukan orasi, tidak ada satupun anggota DPRD yang menemui. Akhirnya massa membubarkan diri dengan tertib.

“Ya, kemungkinan Senin kami akan melakukan aksi damai lagi,” tandas Fatahul. (Afta/Bhn)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Bapemperda DPRD Batam Masih Berupaya Selesaikan Pembahasan Harmonisasi Lanjutan Terhadap Ranperda Perkampungan Tua

Lampung1.com – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Batam masih berupaya menyelesaikan pembahasan harmonisasi …

One comment

  1. Nah lho di ahir jabatan bupati semakin mencuat persialannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.