Jumat , Oktober 22 2021
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Distako : “Gedung PT TDM Tidak Salahi Aturan”
Ilustrasi (Sumber: google)

Distako : “Gedung PT TDM Tidak Salahi Aturan”

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung – Dinas Tata Kota (Distako) Bandar Lampung tampaknya berbeda pendapat dengan DPRD setempat, terkait pembangunan gedung baru PT. Tunad Dwipa Matra (TDM). Pasalnya, menurut Distako, pembangunan gedung yang berada di perempatan Jalan Pramuka dan Jalan ZA Pagar Alam tersebut tidak menyalahi dari Garis Sepadan Bangunan (GSB). Pernyataan tersebut pun berbanding terbalik dengan sikap Dewan.

Dekrison menjelaskan, untuk GSB di Jalan Pramuka yakni 21 meter dari badan jalan, dan saat pihaknya melakukan pengukuran di lokasi, gedung tersebut melebih GSB yang telah ditentukan. Namun, jika memang nantinya ada perubahan dari pihak PT TDM terkait dengan gedung, pihaknya akan melakukan pengecekan kembali. Dirinya juga menyatakan, gedung PT TDM tersebut, saat ini sudah melengkapi perizinan dari Distako.

BACA JUGA:  Curi Sepeda Motor di Tulang Bawang, Buruh Asal Mesuji Ditangkap Polisi

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Bandar Lampung, I Kadek Sumartha menyatakan, saat ini pihaknya belum melakukan pengecekan terkait perizinan Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdalalin) di pembangunan gedung tersebut.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Bandar Lampung, Wahyu Lesmono menyatakan, pembangunan gedung PT TDM menyalahi aturan yang ada, sebab berada di perempatan jalan protokol di Bandar Lampung.

“Memang kamibelum mengecek secara detail, tetapi kalau di lihat dari tata letaknya justruadanya pelanggaran,”Ujarnya.

BACA JUGA:  Pesanan Tempe Kini Naik 30 Persen, Berkat Jalan Aspal TMMD

Sebelumnya diberitakan, Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung berang atas ketidakhadiran PT. TDM dalam undangan Rapat Dengar Pendapat (Hearing) bersama Satuan Kerja, Kamis lalu (6/10). Padahal dalam hearing tersebut, pihaknya akan mempertanyakan pembangunan gedung TDM yang berada persis di perempatan Jalan Pramuka dan Jalan ZA Pagar Alam, Kecamatan Rajabasa yang di duga melanggar izin perinsip dan pelanggaran GSB.

Wahyu menyatakan, undangan hearing untuk mempertanyakan analisis dampak lalu lintas (Andalalin), sebab dengan kondisi penempatan gedung yang berada di kedua jalan besar Kota Bandar Lampung, bisa menimbulkan kemacetan yang parah, terlebih jika tempat parkir yang tidak sesuai dengan jumlah kendaraan. (Jany)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Pemkab Pringsewu Peringati HSN ke VI Tahun 2021

LAMPUNG1.COM, – Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke VI tahun 2021 Pemkab Pringsewu selenggarakan upacara …

One comment

  1. gmn distako ngk bilang bagus bangunannya ngk ada pelanggaran…jangan2 dah ambil storan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *