Selasa , Mei 18 2021
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Herman HN Himbau Taksi Online Tetap Ikuti Aturan
Ilustrasi (Sumber: google)

Herman HN Himbau Taksi Online Tetap Ikuti Aturan

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung – Kemunculan taksi online diharapkan tidak memunculkan kecemburuan bagi taksi konvensional. Guna menghindari hal tersebut, Walikota Bandar Lampung Herman HN menghimbau agar taksi online tetap mengikuti sejumlah aturan layaknya yang diikuti taksi konvensional.

Seperti halnya uji kir pun diharapkan dilakukan oleh kendaraan yang melayani jasa taksi online tersebut. Hal tersebut bertujuan agar kendaraan yang digunakan benar-benar memberikan kepastian kelayakan operasional.

BACA JUGA:  Nanda Indira dan Frisiska Devi Sambangi Desa Gunung Rejo Way Ratai

Herman juga menghimbau agar pihak pengelola berkoordinasi dengan instansi terkait. Salah satunya Dinas Perhubungan (Dishub) yang memang berhubungan langsung dengan mereka. Surat pemberitahuan wajib dilayangkan kepada Dishub. Terkait kewajiban plat kuning, Herman belum secara tegas memastikan keharusannya.

Terpisah, PT. Trans Indonesia Mobile Lampung yang belakangan terang-terangan meluncurkan aplikasi layanan transportasi online dengan nama Timbel di kota Bandarlampung mengaku siap mengikuti aturan main pemkot Bandarlampung. Chief Operation Officer (COO) Timbel Adjie Arjanggi menuturkan, syarat mobil patner harus keluaran 2012 ke atas menurutnya sudah merupakan langkah pihaknya mengikuti aturan yang ada.

BACA JUGA:  Ungkapan rasa terimakasi dari petani Desa Tebluru lewat kepala desa Untuk TNI

Hal tersebut dilakukannya berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 yang juga mengatur tentang transportasi online.

Dalam sosialisasi lanjutan Permenhub 23/2016 dinyatakan bahwa taksi online masuk ke dalam kategori sewa. Kendati demikian, kendaraan sewa juga wajib memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya dilengkapi tanda nomor kendaraan dengan warna dasar pelat hitam, dilengkapi dengan tanda khusus berupa stiker, adanya dokumen perjalanan yang sah, hingga nomor pengaduan masyarakat di dalam kendaraan.

BACA JUGA:  Silang Pendapat Kasus Pidana Pemilukada Khamami

Untuk memperoleh izin, perusahaan pengelola aplikasi taksi online juga harus memiliki paking sedikit lima kendaraan dengan dibuktikan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atas nama perusahaan. (Jany)

About admin

Check Also

Pengurus Dharma Pertiwi Cabang Cilacap Dikukuhkan

LAMPUNG1.COM, Cilacap – Ketua Dharma Pertiwi Cabang Cilacap Ny. Ninda Andi Afandi memimpin penandatanganan berita …

One comment

  1. seharusnya lebih jelas regulasi pengaturan taxi online sehingga tidak semaunya yg akan merugikan taxi yang ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *