Selasa , Mei 18 2021
Home / Hukum Kriminal / Kejari Menggala Akan Telusuri Dugaan Gratifikasi Izin PT. GTS

Kejari Menggala Akan Telusuri Dugaan Gratifikasi Izin PT. GTS

LAMPUNG1.COM, Tulang Bawang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, segera melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pihak, terkait kasus dugaan gratifikasi atas keluarnya rekomendasi izin tambang pasir dari Pemkab Tulang Bawang untuk PT. Gunung Tapa Sejahtera (GTS), yang kini izinnya telah dikeluarkan oleh Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) Provinsi Lampung, di kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten setempat, Selasa (11/10).

Kasi Intel Kejari Menggala Miryando Eka Saputra mengatakan, pemanggilan akan dilakukan pihaknya dalam waktu dua hari mendatang.

Ditempat terpisah, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tulang Bawang Agus Purnomo menuturkan, menyikapi dugaan gratifikasi yang disebutkan aliansi LSM ini, dirinya menegaskan bahwa BPN Tulang Bawang tidak pernah mengeluarkan titik koordinat untuk tambang pasir tersebut.

BACA JUGA:  Pekerjaan TMMD Ke 110 Kodim 1206/PSB Hampir Selesai, Tugas Untuk Personil Terus Dibagi

Sebelumnya, Ratusan massa yang tergabung dalam aliansi DPP LSM Fortuba (Forum Rakyat Tulang Bawang), dan DPC Forkorindo (Forum Komunitas Rakyat Indonesia) Tulang Bawang, Provinsi Lampung, menggelar unjuk rasa di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Menggala, sekaligus melaporkan adanya dugaan gratifikasi atas dikeluarkannya rekomendasi izin tambang pasir PT.GTS. Selain itu, masa yang tergabung dengan kedua LSM ini juga, berunjuk rasa dikomplek halaman perkantoran Pemda Lama Menggala. Rabu (05/10)

Dalam unjuk rasa dan laporannya, LSM ini menyebutkan adanya dugaan gratifikasi yang dilakukan oleh sejumlah oknum pejabat Pemkab Tulang Bawang atas dikeluarkannya rekomendasi izin tambang pasir untuk PT. Gunung Tapa Sejahtera (GTS), di kampung Gunung Tapa, kecamatan Gedung Meneng.

BACA JUGA:  Sekdaprov Lampung Hadiri Rapat Koordinasi Forsesdasi

Indikasi gratifikasi dari PT. GTS yang diterima sejumlah pejabat Pemkab Tulang Bawang untuk mempermudah dikeluarkannya rekomendasi atau izin tambang pasir tersebut, sambung Andika, diduga diterima Assisten Bidang Administrasi, Assisten Bidang Ekonomi, dan Kepala BPMP Tulang Bawang.

“Selanjutnya Kepala Distamben, Unsur Dinas Perhubungan, BLHD, DP2K, Bappeda, BPN Tulang Bawang, Bagian Hukum dan Perundang-Undangan Sekdakab Tulang Bawang, serta Camat Gedung Meneng, dan Kepala Kampung (Kakam) Gunung Tapa Udik. Dari itulah, kami juga meminta kepada pihak Kejari Menggala untuk menindaklanjuti laporan dugaan gratifikasi yang telah kami laporkan ini”. Jelasnya Andika

BACA JUGA:  Muscab se-Lampung, Demokrat Siap Menangkan Ridho-Bakhtiar

Usai berunjuk rasa di kantor Kejaksaan Negeri Menggala, gabungan masa dari LSM Fortuba, dan Forkorindo Tulang Bawang ini juga mendatangi kantor Pemda setempat. Sekitar setengah jam menyampaikan orasinya dihalaman perkantoran tersebut, perwakilan LSM ini akhirnya diterima Tamami Akip selaku Assisten Bidang Pemerintahan Pemkab Tulang Bawang. Menurut Tamami Akip, Pemkab Tulang Bawang segera memanggil seluruh pihak terkait. (Yahya Affyt)

About admin

Check Also

Pengurus Dharma Pertiwi Cabang Cilacap Dikukuhkan

LAMPUNG1.COM, Cilacap – Ketua Dharma Pertiwi Cabang Cilacap Ny. Ninda Andi Afandi memimpin penandatanganan berita …

One comment

  1. jangan hanya gertak aja kajarinya tunjukkan kinerjanya sebagai aparat penegak hukum,jangan tebang pilih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *