Senin , Oktober 18 2021
Home / Ruwa Jurai / Lampung Timur / Mau Di Demo Siswanya, Kepala SMA Maarif NU 5 Purbolinggo, Di Copot.

Mau Di Demo Siswanya, Kepala SMA Maarif NU 5 Purbolinggo, Di Copot.

LAMPUNG1.COM, Ancaman Demontrasi Ratusan pelajar didampingi guru, wali murid, dan alumni SMA Maarif NU 5 Purbolinggo, yang rencananya akan di gelar hari ini (5/10), berbuntut di Copotnya Hi Kodratullah Sidiq SH, dari jabatnnya sebagai Kepala Sekolah.

Para pelajar SMA Maarif NU 5 Purbolinggo, mengungkapkan bahwa sebenarnya ancaman Demontrasi yang sedianya akan di gelar di Kantor Bupati dan DPRD Lampung Timur ini, merupakan titik puncak dari dugaan tindakan kesewenang-wenangan Hi Kodratullah Sidiq SH, sebagai Kepala Sekolah.

BACA JUGA:  RTLH Jadi Berkah Buat Mbah Surip Tahun 2020

“Setelah jadi Kepala Sekolah, yang bersangkutan dengan seenaknya sendiri melakukan pemecatan terhadap Guru dan staf TU di sekolah kami, dan mengangkat Guru serta Staf TU baru, yang diduga merupakan kroni yang bersangkutan”, jelas para pelajar.

Akibat dari tindakan tersebut suasana Kegiatan Belajar dan Mengajar di SMA Maarif NU 5 Purbolinggo, menjadi Tidak Kondusif, bahkan sempat berhari-hari, para pelajar melakukan aksi Mogok Belajar, dan menuntut pergantian Kepala Sekolah, tetapi tidak mendapat tanggapan, sehingga muncul wacana untuk melakukan aksi Demontrasi.

BACA JUGA:  Tim Mobile Vaksinasi Polres Bersama Pemkab Tubaba Targetkan Vaksin Untuk Lansia

Setelah mencuat informasi tentang rencana Demontrasi dari ratusan pelajarnya, ahirnya Selasa Malam (4/10), pihak yayasan Maarif memutuskan untuk mencopot Hi Kodratullah Sidiq SH, dari jabatan Kepala Sekolah SMA Maarif NU 5 Purbolinggo, dan untuk sementara jabatan tersebut di kendalikan oleh Noverisman Subing, hingga ada keputusan lebih lanjut. (Eko Arif)

Baca Artikel Menarik di LV

About Eko Arif

Hidup Itu, Harus Bermanfaat Buat Orang Lain.

Check Also

Seorang Pemuda Tewas Gantung Diri, Keluarga Tolak Outopsi Jenazah Tegar

LAMPUNG1.COM, PESAWARAN-Seorang pemuda (20) tewas gantung diri di belakang rumah korban Desa Karang Anyar, Kecamatan …

One comment

  1. harusnya sebelum ada gerakan mau didemo lebih baik mundur jika tidak mampu menjadi pemimpin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *