Minggu , Februari 21 2021
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Pemprov dan DPRD Lampung Bahas KUA dan PPAS APBDP 2016

Pemprov dan DPRD Lampung Bahas KUA dan PPAS APBDP 2016

LAMPUNG1.COM, Bandar Lampung – Pemprov Lampung hadiri rapat paripurna DPRD Provinsi Lampung tentang Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2016, di Ruang Sidang DPRD Lampung, Selasa (4/10).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri mengatakan bahwa paripurna ini merupakan lanjutan dari pembahasan antara Eksekitif dan Legislatif dalam memformulasikan Kebijakan Umum Perubahan APBD serta prioritas program/kegiatan pembangunan daerah yang akan menjadi bagian dalam menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan ABPD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2016.

BACA JUGA:  Kodim 0410/KBL Melakukan Bedah MCK di Musholla Nur Tajali Pada TMMD Ke - 109 Tahun 2020

img-20161004-wa0010

Dengan meninjau dinamika perekonomian pada lingkup Nasional maupun daerah, serta memperhatikan tantangan dan prospek perekonomian Provinsi Lampung, akhirnya disepakati asumsi ekonomi makro Provinsi Lampung Tahun 2016, yakni pertumbuhan ekonomi Lampung diproyeksikan 5,2-5,5%, laju inflasi dipertahankan pada tingkat 4 plus minus 1%, presentase penduduk miskin 13,2% dan tingkat pengangguran terbuka 4,0-4,5%.

Sedangkan disisi pengeluaran PDRB, pertumbuhan invetasi (pembentukan modal tetap broto) pada tingkat 5-6%, pertumbuhan ekspor pada tingkat 2,5-3,5%. Sementara, disisi lapangan usaha pertumbuhan sektor pertanian pada kisaran 3,5-4,5% dan pertumbuhan sektor industri diatas 6%.

BACA JUGA:  Putra Prajurit TNI-AU Lanud JBS Purbalingga, Ikut Terbang Layang di Bukit Watu Kumpul Banyumas

img-20161004-wa0006

Asumsi indikator pembangunan lainnya yakni disepakati Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada level 67-68, Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 104, PAD sebesar 4-7%, serta kondisi jalan yang menjadi kewenangan Pemprov 70% dalam kondisi mantap.

Bachtiar juga menjelaskan, dalam pembahasan PPAS Perubahan APBD Tahun 2016, terdapat beberapa pokok bahasan proyeksi pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah antara lain PAD diproyeksikan lebih dari Rp. 15 Milyar dari usulan semula, terdapat penambahan anggaran di beberapa SKPD dalam rangka mendukung prioritas pembangunan sebesar Rp. 15 Milyar, sementara disisi pembiayaan daerah disepakati tidak mengalami perubahan. (Red/KOM)

About admin

Check Also

Gara-Gara Kembang, Seorang Warga Dijebloskan Penjara

LAMPUNG1.COM, Petugas Kepolisian Polsek Pekalongan, Membawa Paksa seorang warga ke Kantor Polisi, karena diduga terlibat …

2 comments

  1. sudahseharusnya pembahasan secepatnya selesai,sehingga pembangunan di lampung tidak terkendala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *