Senin , Mei 17 2021
Home / Ruwa Jurai / Program Sertifikasi Prona 2016 di Tuba Diduga Sebagai Ajang Pungli

Program Sertifikasi Prona 2016 di Tuba Diduga Sebagai Ajang Pungli

LAMPUNG1.COM, Tulang Bawang – Program Sertifikasi Prona 2016 di Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) diduga dijadikan ajang pungutan liar (pungli) oleh para Kepala Kampung yang mengikuti Program Sertifikasi Prona 2016.

Sayangnya, pihak BPN Tuba terkesan membiarkan pungutan liar ini. Bahkan yang cukup mengejutkan adalah adanya informasi dari aparat Kampung bahwa dari jumlah biaya yang dipungut dari masyarakat ini ada alokasi dana sebesar 40% untuk BPN setempat.

BACA JUGA:  Kuartal I-2021 KPU Bea Cukai Batam Berhasil Mengamankan Barang Tangkapan Senilai Rp.38 Miliar

Menurut Engkus Kepala Dusun 3 Kampung Kibang Pacing, Kecamatan Menggala Timur, pungutan yang dilakukan kepada masyarakat untuk Kampung setempat sebesar Rp. 1 Juta per bidang dengan cara bayar dua kali. Engkus juga membenarkan bahwa dana tersebut sebesar 40% untuk BPN.

Hal yang sama juga terjadi di Kampung Lingai, Kecamatan Menggala Timur. Bahkan masyarakat di Kampung Lingai dipungut biaya sebesar Rp. 1 Juta 400 Ribu hingga Rp. 1 Juta 500 Ribu.

BACA JUGA:  SDN 2 Sidoharjo Pringsewu Punya Drum Band Tampilan Perdana HUT RI Ke-72

Diketahui untuk Kampung Kibang Pacing dan Kampung Lingai masing-masing ada 100 bidang yang mengikuti program Sertifikasi Prona.

Agus Purnomo Kepala BPN Tuba saat hendak dikonfirmasi, dirinya mengaku tidak terlibat atas pungutan yang dilakukan oleh oknum-oknum tersebut.

“Saya tidak pernah memerintahkan adanya pungutan tersebut, dan silahkan laporkan ke Kejaksaan.” Ujar Agus Purnomo terlihat sedikit emosi.

Sebagai program Kementerian Agraria, Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional yang dibiayai sepenuhnya oleh APBN, seharusnya Agus Purnomo melakukan pencegahan atas terjadinya pungutan-pungutan liar dari oknum-oknum yang mengatas namakan BPN. Bila tidak, maka program Sertifikasi Prona ini dapat dikatakan gagal dan dapat mencoreng nama baik Kementerian Agraria dan Tata Ruang / BPN RI.

BACA JUGA:  Atraksi Budaya dan Pawai Kendaraan Hias Sedot Ribuan Pasang mata

Sayangnya Agus Purnomo tidak melakukan demikian, karena ada indikasi kuat BPN bersikap apatis atas adanya pungli Prona yang jumlahnya ratusan juta sampai milyaran rupiah. (Yahya Affyt)

About admin

Check Also

Pengurus Dharma Pertiwi Cabang Cilacap Dikukuhkan

LAMPUNG1.COM, Cilacap – Ketua Dharma Pertiwi Cabang Cilacap Ny. Ninda Andi Afandi memimpin penandatanganan berita …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *