Kamis , Februari 25 2021
Home / Peristiwa / Ratusan Massa Minta Bupati Tuba Tinjau Ulang Izin PT. GTS

Ratusan Massa Minta Bupati Tuba Tinjau Ulang Izin PT. GTS

LAMPUNG1.COM, Tulang Bawang – Ratusan massa warga Kampung Gunung Tapa, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) demo Bupati Tuba, Rabu pagi (5/10). Demontrasi yang dimotori oleh Forum Tulang Bawang Bersatu (Fortuba) dan Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (Forkorindo) ngeluruk ke Kantor Bupati Tuba meminta Bupati tinjau ulang izin yang telah diberikan kepada perusahaan pertambangan pasir PT. GTS (Gunung Tapa Sejahtera).

Kedua LSM tersebut mewakili ratusan Kepala Keluarga (KK) masyarakat Kampung Gunung Tapa memprotes dengan keras Bupati Tuba dan jajarannya yang telah mengeluarkan rekomendasi kepada PT. GTS tanpa peninjauan dan kajian AMDAL yang matang, sehingga PT. GTS mendapat IUP dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Provinsi Lampung.

BACA JUGA:  Pemerintah Pusat Nilai PAUD Di Lampung Timur Berkualitas

Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya oleh LAMPUNG1.COM, melalui surat bersama No. 050/DPP – FORTUBA DPC _ FORKORINDO/Lap/VIII/2016 yang ditujukan kepada Bupati Tuba, Kepala BPLHD Tuba, Kepala BPMP Tuba, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Tuba, serta Kadis Perhubungan Tuba masyarakat Kampung Gunung Tapa, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) menggugat izin pertambangan seluas 96,33 Ha milik PT. GTS.

p_20161005_102117_nt_1

Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diberikan BPMP2T Provinsi Lampung untuk PT. GTS ini menurut kedua LSM tersebut adalah IUP Eksplorasi No. 540/14386/KEP/II.07/2015 Tgl 10 November 2015 kepada PT. GTS, dan Direktur nya Martian Tanesia.

BACA JUGA:  Di TMMD, Warga Merasa Mendapatkan Banyak Saudara Baru

Menurut Ketua DPP FORTUBA Andika DK dan Ketua FORKORINDO Aliantoni, bahwa rekomendasi yang dikeluarkan Bupati Tuba dan jajarannya kepada PT. GTS hanya karena alasan uang, tanpa memikirkan dampak yang akan dialami masyarakat Kampung Gunung Tapa.

Selain itu, masyarakat Kampung Gunung Tapa juga mempertanyakan izin pertambangan seluas 96,33 Ha. yang diberikan kepada PT. GTS, padahal tanah yang dimiliki oleh Martian Tanesa selaku Direktur PT. GTS hanya seluas 6.480 m² yang dibelinya dari Yuliana Sari. Hal ini merupakan bukti bahwa pemberian IUP PT. GTS tidak disurvei terlebih dahulu.

BACA JUGA:  Tingkatkan Produktifitas Pertanian, Gubernur Arinal Djunaidi Siapkan 300 Outlet Pertashop

Surat protes keras yang dilayangkan DPP.LSM FORTUBA dan DPC. LSM FORKORINDO ini mendapat Surat Kuasa bermaterai dari 6 Tokoh masyarakat Kampung Gunung Tapa, yakni Sudirman, Alidin Cacang, Samsudin, Abdul Somad, Jamhur, dan Rian Rosdi. (Yahya Affyt)

About admin

Check Also

Polisi Ungkap Kasus Pencabulan Pelajar SMP Di Gudang Jamur

LAMPUNG1.COM, Petugas Kepolisian Polsek Labuhan Ratu, Lampung Timur, berhasil mengungkap kasus pencabulan anak dibawah umur, …

One comment

  1. Kok bisa ya…bupati didesak warga meninjau kembali izinnya pt gts, pasti ada apa2nya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *