Selasa , Agustus 3 2021
Home / Infrastruktur / Sejumlah Warga Protes Proyek Pembangunan Jalan Terkesan Asal

Sejumlah Warga Protes Proyek Pembangunan Jalan Terkesan Asal

LAMPUNG1.COM, Way Kanan – Masyarakat Kampung Taman Asri, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan keluhkan cara kerja peningkatan jalan hotmix didaerah setempat. Warga menilai, pekerjaan peningkatan jalan hotmix sepanjang 5,8 km yang berada diruas jalan Kampung Taman Asri sampai Kampung Gedung Rejo, Kecamatan Baradatu, tidak sesuai dengan rencana anggaran belanja pembangunan atau peningkatan jalan didalam RAB kontrak yang dilakukan rekanan.

Sejumlah  warga Taman Asri terpaksa menunda sementara pekerjaan yang dilakukan oleh rekanan, warga menduga pekerjaan yang seharusnya menggunakan alat berat kompresor dan jeck hamer untuk menggali aspal lama, namun faktanya tidak dilakukan oleh rekanan, melainkan mengunakan cara manual yakni dengan menggali jalan mengunakan linggis, belencong dan scop. Alhasil, lubang aspal tersebut yang seharusnya 5 cm, namun karena manual, kedalaman aspal tidak sesuai rancangan anggaran belanja atau ketentuan yang sesuai dengan kontrak.

BACA JUGA:  DanSatgas : Sudah Kewajiban TNI Ciptakan Suasana Nyaman Saat Beribadah

Menurut sejumlah warga yang mendatangi lokasi pekerjaan kemarin siang, Rabu (26/10), jika penggalian sendiri tidak sampai pada dasar aspal yang lama maka nantinya akan menimbulkan kerusakan badan jalan usai pengerjaan, sebab jalan ini merupakan jalan utama untuk warga Kampung Taman Asri maupun Kampung Gedung Rejo, bahkan sampai warga Kecamatan Kasui dan Banjit, digunakan jalur kendaraan mobil untuk menggangkut hasil bumi.

BACA JUGA:  Camat Bakauheni Murka Kepada Kepala UPT yang Bolos

Salah satu warga Baradatu Aliudin menambahkan, warga setempat terpaksa menghentikan pekerjaan bukan karena menghalangi pembangunan daerah setempat. Namun, untuk meminta agar rekanan memperbaiki pelaksanaan pekerjaan yang diduga tidak sesuai ketentuan dan terkesan asal-asalan.

Proyek pembangunan jalan peningkatan jalan hotmix yang bersumber dari APBD Kabupaten setempat diketahui dilaksanakan oleh PT Karya Sentosa Jaya Mandiri dengan anggaran senilai Rp. 4,4 Milyar.

Selain menunjukan beberapa contoh kecurangan yang diduga dilakukan oleh pelaksana, warga juga menunjukan bukti dokumentasi foto para pekerja saat menggali jalan yang menggunakan belincung, linggis dan scop. Tidak hanya itu, para pekerja juga memang terkesan asal-asalan dalam mengerjakan pembangunan tersebut, tampak terlihat dari para pekerja tidak membersihkan rumput-rumput yang tumbuh dibahu jalan dengan mengunakan alat berat.

BACA JUGA:  Kenangan satgas TMMD 106 Malang-Batu Bersama Linmas Melaksanakan Makan Bersama

Warga berharap kepada Pemerintah Daerah untuk dapat lebih mengawasi dan selektif atas pelaksanaan pembangunan proyek di Kabupaten Ramik Ragom. Sementara itu, warga akan terus mengawasi proyek pembangunan peningkatan jalan hotmix tersebut. (Azhari/Ferry)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Untuk Meningkatkan Imunitas Sejumlah Ibu di Dusun Kampung Sulusuban Produksi Jamu

LAMPUNG1.COM,LAMPUNGTENGAH – Untuk meningkatkan imunitas bagi warga, sejumlah ibu di Dusun VII, Kampung Sulusuban, Kecamatan …

One comment

  1. ramein aj pak biar pemborong jgn hanya mengejar ke untungan pribadi,kepentingan umum ter belakangkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *