Sabtu , Juli 31 2021
Home / Ruwa Jurai / Lampung Selatan / Sebanyak 207 Orang Karyawan PT CP Prima di PHK

Sebanyak 207 Orang Karyawan PT CP Prima di PHK

LAMPUNG1.COM, Lamsel. Sebanyak 207 orang karyawan yang bekerja di perusahaan PT Central Poroteina Prima Tbk (CP Prima) yang berlokasi di Desa Merak Belantung Kalianda di Putus Hubungan Kerja ( PHK.)

Informasi yang diperoleh, pemutusan hubungan kerja yang dilakukan perusahaan pembenihan udang Vaname terbesar di Asia tenggara ini dilakukan karena perusahaan mengalami kerugian sejak tahun 2013 lalu, dan hingga kini masih belum setabil.

“Kami tidak mampu berbuat banyak, karena memang perusahaan udang mengalami kerugian sejak tahun 2013, yang disebabkan menurunya produksi udang, yang akhirnya berdampak kepada karyawan”, kata Wakil Ketua Serikat Pekerja (SPSI) PT CPP Agus Rozik Minggu( 13/11).

BACA JUGA:  Tenaga Kesehatan RSUD Menggala Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Winarti

Serikat Pekerja kata Agus Rozik sudah melakukan berbagai upaya agar PHK terhadap karyawan secara masal ini tidak terjadi, namun lanjur dia semua upaya yang dilakukan Organisasi Pekerja sia sia karena kondisi perusahaan memang sedang mengalami kerugian.

Dikatakan Agus Roziq, 207 karyawan yang di PHK tersebut masing-masing mendapatkan pesangon satu kali ketentuan di hitung masa kerja dan usia pekerja.

Untuk pesangon pun lanjut pria yang sudah mengabdi 23 tahun di perusahaan yang dulu bernama Biru Laut Khatulistiwa itu, tidak dibayarkan secara tunai tapi di cicil.

BACA JUGA:  Rumah Direhab, Tarman Jamu Tentara Dan Warga

Untuk karyawan yang pesangonnya Rp 70 juta sampai 90 juta di cicil perusahaan selama 9 bulan.

Untuk karyawan yang menerima pesangon Rp 90 juta keatas di cicil perusahaan selama 12 bulan.

Terpisah Itu, salah satu karyawan yang mengalami PHK, mengaku tidak mempermasalahkan PHK yang dilakukan perusahaan, hanya saja ia kecewa karena pesangon yang diterima karyawan yang di PHK tidak dibayar secara tunai.

BACA JUGA:  Satgas TMMD Kodim Bojonegoro Jadi Pemateri Di TPQ Jatimulyo

“Kami kan sekarang jadi pengangguran, kalau pesangon nya dicicil bagaimana kami mau usaha lain sementara modal tidak ada”, kata dia.

Kalau dicicil begini, pasti akan habis setiap bulannya, setelah itu apa yang bisa dilakukan karyawan yang di PHK, Karena nya dia menghimbau kalau bisa perusahaan membayarkan pesangon secara tunai.

“Kami tidak masalah di PHK, karena kami tau kondisi perusahaan, hanya saja kami minta pesangon jangan dicicil, karena itulah untuk modal kami usaha diluar”, katanya.(pnta)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Baru 230 KK, Dikabar Lanal Lampung Bakal Vaksin Warga Pahawang

LAMPUNG1.COM, PESAWARAN- Setelah dilaksanakan vaksinasi tahap pertama (1) oleh Polda Lampung bersama Polres Pesawaran di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *