Sabtu , Juli 23 2022
Home / Hukum Kriminal / Bareskrim Polri Gelar Perkara Kasus Ahok

Bareskrim Polri Gelar Perkara Kasus Ahok

LAMPUNG1.COM, Jakarta – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri akan melakukan gelar perkara dugaan penistaan agama dengan terlapor Gubernur non aktif DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Rupatama Mabes Polri, Selasa (15/11).

Diperkirakan gelar perkara akan memakan waktu berjam-jam lantaran banyak pihak yang dihadirkan, mulai dari pimpinan gelar perkara, penyidik yang menangani kasus, internal Polri, unsur pengawas eksternal, 20 saksi ahli hingga 11 pelapor, bahkan terlapor Ahok juga diundang.

“Awal pembukaan oleh pimpinan gelar yakni Kabareskrim Komjen Ari Dono. Lalu pimpinan gelar memaparkan tentang perkara yang saat ini dilakukan penanganannya oleh Bareskrim. Penyidik akan memaparkan soal apa yang diketahui dan didapatkan berdasarkan pengaduan masyarakat,” tutur Boy Rafli Amar, Kadiv Humas Mabes Polri.

BACA JUGA:  Sampaikan Progress Pembangunan Program TMMD, Anggota Satgas Lakukan Komsos Dengan Warga

Setelah itu, giliran 11 orang pelapor yang membuat laporan polisi, juga diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan pada hal-hal yang dilaporkan dan yang dituangkan dalam laporan polisi.

Selanjutnya sebanyak 20 saksi ahli yakni ahli pidana, bahasa, dan agama baik dari pelapor, terlapor dan penyidik akan bergantian memberi penjelasan sesuai perspektif ilmu masing-masing.

“Hasilnya akan jadi bahan masukan bagi tim penyidik yang menangani perkara dugaan penistaan agama. Hasil itu akan digunakan untuk merumuskan keputusan kesimpulan yang dilaksanakan apakah 11 laporan polisi yang diterima Polri, layak dinaikkan statusnya ke penyidikan atau tidak,” terang Boy Rafli Amar.

BACA JUGA:  Korem 043/Gatam Kibarkan Bendera Setengah Tiang , Iringi Kepergian Mantan Ksad

Jenderal bintang dua ini menjelaskan keputusan gelar perkara tidak akan diumumkan ke publik pada hari Selasa, melainkan paling lambat Rabu atau Kamis.

Beberapa perwakilan yang hadir dari internal yakni‎ Propam, Itwasum, Biro Wasidik dan penyidik yang menanganai‎ perkara.

Sedangkan dari eksternal yaitu‎ Kompolnas, Ombudsman, dan perwakilan dari komisi III DPR RI.

Gelar perkara akan dilakukan secara terbuka terbatas.

Penyelenggaraan gelar perkara secara terbuka ini merupakan instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar tidak ada prasangka buruk dalam pengusutan kasus dugaan penistaan agama.

BACA JUGA:  Tim Gabungan Amankan Kampanye Terbatas Paslon Pilkada Di Lampung Timur

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ahok dituduh melakukaan penodaan atau penistaan agama dalam pidatonya sebagai Gubernur DKI Jakarta di Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016. (AS)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Rozi Kecam Tindakan Oknum Lakukan Pungli Mengatasnamakan PWI Lampura

LAMPUNG1.COM, Kotabumi – Beredar informasi dari sejumlah masyarakat terkait penarikan iuran dana sebesar Rp10000 mengatasnamakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.