Senin , Mei 17 2021
Home / Ruwa Jurai / Lampung Selatan / Kominda dan FKDM Antisipasi Paham Radikal di Lamsel

Kominda dan FKDM Antisipasi Paham Radikal di Lamsel

LAMPUNG1.COM, Lampung Selatan – Rapat Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di Aula Kesbangpol Kabupaten Lampung Selatan, membahas hal-hal yang menonjol di Kabupaten setempat. Dihadiri sekitar 30 orang, Selasa (1/11).

Sekertaris Kesbangpol Lampung Selatan Indra Munandar mengatakan, pertemuan ini dilakukan menyikapi kejadian yang akhir-akhir ini menjadi tranding topik disemua media massa terkait Pilgub DKI Jakarta, dan rencana unjuk rasa pada Jumat, 4 November 2016 terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Basuki Djahaja Purnama alias Ahok yang juga Cagub Petahana.

BACA JUGA:  Terobosan Baru, Dendi Bakal Bangun Fasilitas Publik

“Kondisi Lamsel saat ini relatif aman dan kondusif, namun kita tidak boleh terlena, karena sewaktu-waktu konflik dapat terjadi. Karena muncul-nya kelompok-kelompok, atau pihak tertentu yang ingin memperkeruh suasana di wilayah Kabupaten Lampung Selatan”,ujar Indra.

Indra menambahkan, terdapat beberapa aliran agama di Lampung Selatan salah satunya GAFATAR yang belum lama ini menjadi berita Nasional. Terdapat warga Lamsel yang terlibat atau menjadi anggota GAFATAR. Untuk itu, perlu dilakukannya pengawasan yang konsisten dari pihak Pemerintah, agar mereka tidak kembali lagi terjerumus.

BACA JUGA:  Warga Kel.Garuntang Bantu TNI Bedah Rumah ibu Siti

“Seperti Paham radikal Jamaah Ansarul Tauhit (JAT) yang ada di Lampung Selatan menjadi perhatian kita bersama. Agar semua gerak-gerik yang dilakukan dapat terpantau, karena selama ini hal-hal tersebut masih sering terabaikan, sehingga kita sering kecolongan.” Katanya.

Sedangkan, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Lampung Selatan Azhzri Alamsyah mengatakan dalam rapat Kominda, bahwa konflik antar desa sudah sering terjadi di Lamsel, yang menimbulkan korban jiwa serta materil yang tidak sedikit.

BACA JUGA:  Jelang Penutupan, Satgas TMMD 109 Mulai Lakukan Finishing

“Apa lagi narkoba sudah menjadi momok yang sangat menakutkan bagi Pemerintah Indonesia, khususnya Kabupaten Lampung Selatan. Karena Kabupaten kita menjadi pintu gerbang keluar masuknya barang ilegal, termasuk narkoba yang sering diselundupkan melalui Pelabuhan Bakauheni dengan berbagai modus yang selalu berubah ubah.” ujar Azhzri. (Wandi/Pranata)

About admin

Check Also

3.250 Pemudik Rapid Test, 24 Diantaranya Positif Covid-19

LAMPUNG1.COM,Polri telah memutarbalikan 36.468 unit kendaraan terkait larangan mudik Lebaran Sabtu (15/4/2021). Dari jumlah tersebut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *