Selasa , Januari 25 2022
Home / Ruwa Jurai / Lampung Selatan / Kominda dan FKDM Antisipasi Paham Radikal di Lamsel

Kominda dan FKDM Antisipasi Paham Radikal di Lamsel

LAMPUNG1.COM, Lampung Selatan – Rapat Komunitas Intelejen Daerah (Kominda) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di Aula Kesbangpol Kabupaten Lampung Selatan, membahas hal-hal yang menonjol di Kabupaten setempat. Dihadiri sekitar 30 orang, Selasa (1/11).

Sekertaris Kesbangpol Lampung Selatan Indra Munandar mengatakan, pertemuan ini dilakukan menyikapi kejadian yang akhir-akhir ini menjadi tranding topik disemua media massa terkait Pilgub DKI Jakarta, dan rencana unjuk rasa pada Jumat, 4 November 2016 terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Basuki Djahaja Purnama alias Ahok yang juga Cagub Petahana.

BACA JUGA:  Pengecoran Jalan oleh KODIM 0410/kbl Pada TMMD 109

“Kondisi Lamsel saat ini relatif aman dan kondusif, namun kita tidak boleh terlena, karena sewaktu-waktu konflik dapat terjadi. Karena muncul-nya kelompok-kelompok, atau pihak tertentu yang ingin memperkeruh suasana di wilayah Kabupaten Lampung Selatan”,ujar Indra.

Indra menambahkan, terdapat beberapa aliran agama di Lampung Selatan salah satunya GAFATAR yang belum lama ini menjadi berita Nasional. Terdapat warga Lamsel yang terlibat atau menjadi anggota GAFATAR. Untuk itu, perlu dilakukannya pengawasan yang konsisten dari pihak Pemerintah, agar mereka tidak kembali lagi terjerumus.

BACA JUGA:  Komandan Korem 073/Makutarama Cek Betonisasi Jalan TMMD Reg 109 Kodim 0715/ Kendal

“Seperti Paham radikal Jamaah Ansarul Tauhit (JAT) yang ada di Lampung Selatan menjadi perhatian kita bersama. Agar semua gerak-gerik yang dilakukan dapat terpantau, karena selama ini hal-hal tersebut masih sering terabaikan, sehingga kita sering kecolongan.” Katanya.

Sedangkan, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Lampung Selatan Azhzri Alamsyah mengatakan dalam rapat Kominda, bahwa konflik antar desa sudah sering terjadi di Lamsel, yang menimbulkan korban jiwa serta materil yang tidak sedikit.

BACA JUGA:  PWI Tuba Gelar Buka Bersama Pererat Silaturrahmi

“Apa lagi narkoba sudah menjadi momok yang sangat menakutkan bagi Pemerintah Indonesia, khususnya Kabupaten Lampung Selatan. Karena Kabupaten kita menjadi pintu gerbang keluar masuknya barang ilegal, termasuk narkoba yang sering diselundupkan melalui Pelabuhan Bakauheni dengan berbagai modus yang selalu berubah ubah.” ujar Azhzri. (Wandi/Pranata)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Pesawaran Fokus Tangani Kemiskinan Ekstrem, Ini Sasarannya

LAMPUNG1.COM, PESAWARAN-Percepatan pelaksanaan program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan di kabupaten Pesawaran menjadi spesifik penting dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *