Kamis , Desember 5 2019
Home / ADVERTORIAL / Komitmen Pemkab Tulang Bawang Membangun dari Kampung

Komitmen Pemkab Tulang Bawang Membangun dari Kampung

LAMPUNG1.COM, Tulang Bawang – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang terus berkomitmen meingkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tulang Bawang, melalui pendekatan pembangunan yang dilakukan oleh Pemkab bersama seluruh elemen masyarakat, yakni “Mengejar Ketertinggalan dan Berlari Menjemput Bola, serta Membagi Bola secara tepat antara sektor, daerah, dan antar komponen masyarakat”.

Pemkab Tulang Bawang di era kepemimpinan Bupati Hanan A Rozak dan Wakil Bupati Heri Wardoyo (Handoyo) dengan jargon politiknya Membangun Dari Kampung tetap berkomitmen dan konsen terhadap pembangunan di wilayah pedesaan.

Hal ini terbukti dari tingkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tulang Bawang yang berada diatas pertumbuhan ekonomi Propinsi Lampung bahkan diatas Nasional. Pada 2014 tingkat pertumbuhan Tulang Bawang mencapai 6,63 persen dan diperkirakan 6,75% pada 2015. Selain itu, Tulang Bawang mampu menurunkan angka kemiskinan, dimana pada tahun 2012 persentase penduduk miskin 9,43 % menurun menjadi 7,24 % pada tahun 2014 dan mencapai diperkirakan 6-5% ditahun 2015.

Berbagai pembangunan di Kabupaten Tulang Bawang, khususnya bidang infrastruktur fokus dan tersebar diseluruh Kampung di Kabupaten setempat. Kebijakan dan program unggulan Pemkab Tulang Bawang terus memacu perekonomian wilayah, khususnya dipedesaan, seperti Gerakan Serentak Membangun Kampung (GSMK), dan Kebijakan Gerakan Pembangunan Ekonomi Masyarakat Kampung/Pedesaan melalui Badan Usaha Milik Desa yang biasa dikenal GERBANG EMAS-KU BUMDes.

Hal tersebut sejalan dan bersinergi dengan Implementasi UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan payung hukum atas BUMDes sebagai pelaku ekonomi yang mengelola potensi desa secara kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Sejak Tahun 2015, Pemkab Tulang Bawang mendorong masyarakat untuk mengembangkan BUMDes di 147 Kampung se-Kabupaten setempat, dengan berlandaskan musyawarah desa dan ketentuan yang berlaku. BUMDes yang dikembangkan oleh Pemerintah Tulang Bawang merupakan wadah usaha desa yang memiliki semangat kemandirian, kebersamaan, dan kegotong-royongan antara Pemerintah Desa dan masyarakat untuk mengembangkan aset-aset lokal dalam memberikan pelayanan dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dan desa.

Pengembangan Unit Usaha BUMDes di Tulang Bawang akan diarahkan pada berbagai jenis bisnis usaha yang dalam pelaksanaannya tidak beresiko menimbulkan kerugian yang tinggi, yakni BUMDes dengan klaster pelayanan (serving) yang memanfaatkan sumber daya lokal untuk melayani masyarakat, bisnis uang (Banking) seperti Bank Desa dan Lembaga Perkreditan Desa yang modalnya berasal dari ADD, PADes, tabungan masyarakat serta dukungan dari Pemerintah. Klaster Penyewaan (Renting) yang menyewakan barang-barang transportasi, traktor, dan lainnya. klaster Lembaga perantara (Brokering), seperti jasa pelayanan listrik, dan memasarkan produk-produk lokal hasil masyarakat.

Pengelolaan BUMDes di Kabupaten Tulang Bawang akan dikelola secara professional dan mandiri, dengan merekrut orang-orang yang memiliki kompetensi untuk mengelolanya. Perekrutan pegawai disesuaikan dengan standar dan latar belakang pendidikan yang diperlukan. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha masyarakat sehingga dapat mengentaskan kemiskinan dan meningkatan Pendapatan Asli Kampung.

Selain itu, di Tulang Bawang juga telah terbentuk 147 Bumkam (setiap kampung telah memiliki Bumkam, dan 5 Bumakam yang berbentuk Perseroan Terbatas, yakni PT. Tulang Bawang Maju Bersama, PT. Aji Pitu Bersama, PT. Setiga Sukses Bersama, PT. Menggala Maju Bersama dan PT. Gede Sejahtera Bersama.

salah-satu-bumakam-tuba-480x300

Pemkab Tuba juga terus membangun model pengembangan kawasan perkampungan berbasis komoditas unggulan. Kebijakan ini dilakukan dengan mengintegrasikan pembangunan beberapa bidang/sektor guna mendukung peningkatan produk unggulan sesuai potensi yang dimiliki oleh kawasan perkampungan dengan mengarah pada konsep one region one product.

Sedangkan upaya yang dilakukan dalam peningkatan produk unggulan bidang peternakan, yakni pengembangan ternak sapi terintegrasi seperti sapi-sawit, sapi-padi, dan sapi-singkong, bantuan bibit ternak sapi potong, inseminasi buatan, pengobatan ternak, bantuan alsin pengolahan pakan serta penguatan kelembagaan peternak.

Pembangunan sektor lain sebagai pendukung peningkatan potensi unggulan yakni, pembangunan infrastruktur seperti jalan poros desa, jembatan dan sarana air bersih, pembangunan sarana kesehatan, pembangunan sarana pendidikan, fasilitas olah raga, pembangunan sarana ibadah serta pembangunan fasilitas transportasi. (Yahya Affyt)

10,558 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

About admin

Check Also

Temui Polisi, Kepala Desa Di Lampung Timur Nekat Bawa Senjata Api

LAMPUNG1.COM, Seorang Kepala Desa di Kabupaten Lampung Timur, nekat membawa senjata api, saat menemui polisi. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!