Jumat , September 17 2021
Home / Agama / Sejumlah Aktivis Lintas Iman Way Kanan Ramaikan Jagongan Ramik Ragom

Sejumlah Aktivis Lintas Iman Way Kanan Ramaikan Jagongan Ramik Ragom

LAMPUNG1.COM, Way Kanan – Sejumlah aktivis pemuda lintas iman di Kabupaten Way Kanan meramaikan Jagongan Ramik Ragom (beragam) peringatan Hari Toleransi dengan diskusi bertema Media Sosial Media Perdamaian, guna mencari solusi maraknya informasi sampah di media sosial (medsos).

Jagongan Ramik Ragom digelar Rabu, (16/11) pukul 13.00 WIB, di Aula SMK Kesehatan Cahaya Darma, Baradatu.

Sikap toleransi berarti sikap yang rela menerima dan menghargai perbedaan dengan orang atau kelompok lain. Empati adalah sikap yang secara ikhlas mau merasakan pikiran dan perasaan orang lain. Sikap tolerans dan empati ini sangat penting ditumbuhkembangkan dalam kehidupanmasyarakat Indonesia multicultural. Dengan pengembangan sikap toleransi dan empati sosial, maka masalah-masalah yang berkaitan dengan keberagaman sosial budya akan dapat dikendalikan, sehingga tidak mengarah pada pertentangan sosial yang dapat mengancam diisintegrasi nasional.

BACA JUGA:  Jalan TMMD Nyaris Rampung, Babinsa Diburu Warga

Dewasa ini peran medsos dalam menjaga toleransi telah memudar dikalangan masyarakat indonesia terutama golongan anak-anak muda, Maka dari permasalan ini sekelompok aktivis pemuda lintas iman ikut urun rembug terkait persoalan intoleransi di media sosial untuk menjaga keutuhan rasa ke bhinneka tunggal ika.

Acara ini Diramaikan Acapela SMAN 1 Baradatu, musik perdamaian oleh SMK Kesehatan Cahaya Darma dan pembacaan puisi Gus Mus oleh santri Assidiqqiyah 11. Serta foto selfie  #DamaiRamaiRamai #RamaiRamaiDamai.

Camat Baradatu Arie Antonie Thamrin menghimbau kepada masyarakat terutama pelajar harus hati hati dan bijak dalam menggunakan peran media serta dapat menyaring mana hal hal yang harus dipertanggung jawabkan.karna sosial media dapat di dengar dan dilihat oleh semua orang. serta harus menyikapi dengan arif dalam arti kita harus tau benar jangan sampai kita terprovokasi dengan media sosial yang berkembang pesat saat ini pungkas nya

BACA JUGA:  Chandra Hartono Berhasil Mediasi Para Tokoh Gedung Meneng dan PT GMI

Sejumlah pemantik diskusi dalam kegiatan ini ialah anggota Dewan Pembina Gerakan Pemuda Ansor Iskardo P Panggar, Ketua KNPI Andi Oktoviandi, Ketua Karang Taruna Sairul Sidik, Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Indra Z Rayusman

Selanjutnya Ketua Pemuda Muhammadiyah Munawar, Ketua Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) I Gede Klipz Darmaja, aktivis Pemuda Katholik Andreas N.S Aji.

“Krisis berpikir jernih mengakibatkan bangsa Indonesia sulit melakukan revolusi mental. Fakta tersebut merujuk publik yang tak lepas dari media sosial yang gagal menjadi masyarakat atau generasi pembaharu. Masyarakat media sosial kita lebih memilih mengonsumsi informasi sampah daripada informasi inspiratif, maka dari itu dalam acara Jagongan Ramik Ragom dan bertepatan dengah hari toleransi sedunia ini kita menjadikan peran media sosial sebagai perangkat atau alat pemersatu bangsa khusus nya kita yang ada di kabupaten waykanan ini ujar Gatot Ariifanto, penggiat Gusdurian Lampung di Aula SMK Kesehatan Cahaya Darma. (Azhari/Fery)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Pemkab Pesawaran Dorong Desa Percepat Penyusunan RKPDes 2022

LAMPUNG1.COM, PESAWARAN-Pemerintah Kabupaten Pesawaran mendorong 144 Desa melakukan langkah-langkah percepatan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintahan Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *