Kamis , Mei 6 2021
Home / Terkini / Tanggapi Surat Fortuba, Pemda Tuba Undang Rapat Seluruh Elemen Terkait

Tanggapi Surat Fortuba, Pemda Tuba Undang Rapat Seluruh Elemen Terkait

LAMPUNG1.COM, Tulang Bawang – Permasalahan izin usaha pertambangan sudah lama mencuat kepermukaan, namun baru kali ini mendapat respons dari Pemda Kabupaten Tulang Bawang (Tuba).

Melalui undangan resmi berbagai elemen masyarakat, terutama kepada LSM FORTUBA dan LSM FORKORINDO Tuba, pada Kamis (10/11) Pemda Tuba menggelar rapat guna merespons penolakan masyarakat Kampung Gunung Tapa.

Rapat dihadiri oleh semua elemen terkait, dan dipimpin oleh Asisten II Raden Mansus mantan Kadis Pertambangan dan Energi Tuba yang merupakan oknum yang paling bertanggung jawab atas terbitnya izin usaha pertambangan PT. Gunung Tapa Sejahtera (GTS)

Selain Ketua kedua LSM tersebut, dalam rapat juga hadir beberapa masyarakat Gunung Tapa sensiri. Juga terlihat hadir Asisten III Tamami APermasalahan izin usaha pertambangan sudah lama mencuat kepermukaan, namun baru kali ini mendapat respons dari Pemda Kabupaten Tulang Bawang (Tuba).kip, Kadis Perhubungan Tuhir Alam, Sekretaris Bappeda Dicki Zulkarnain, Sekretaris Distamben Mahmud. Selain itu hadir pula Kadis Kominfo Puncak Setiawan; Camat Gedung Meneng Tarjono; Kuasa PT. GTS Heri, Kepala Kampung Gunung Tapa Darwis dan beberapa pemilik tanah yang mempunyai kepentingan atas royalti PT. GTS.

BACA JUGA:  Rekapitulasi Tingkat PPK, Supriyadi Himbau Relawan Jeli dan Waspada Terhadap Hasil Perhitungan Pemilu 2019

Dari rapat tersebut terungkap bahwa PT. GTS hanya mempunyai 6 hektar tanah yang dibelinya dari masyarakat Kampung, sebagaimana yang diakui Kuasa PT. GTS Heri. Namun, izin yang dikeluarkan 96,33 hektar tersebut hanyalah potensi lahan yang mengandung pasir galian C.

Hal ini mendapat kecaman keras dari Andika Ketua LSM Fortuba yang mempertanyakan izin usaha pergambangan yang menyebutkan lahan usaha PT. GTS seluas 96,33 hektar sebagaimana surat izin yang dikeluarkan oleh Dinas Pergambangan Provinsi Lampung.

BACA JUGA:  Lagi-Lagi Tim Dari Pemkab Banyumas Rasakan Ekstrimnya TMMD Petahunan

Selain mempertanyakan izin PT. GTS, Eliyan Ketua LSM Forkorindo meminta agar operasi pertambangan PT. GTS dihentikan.

Kesimpulan sementara dari rapat ini, menurut Sudirman warga Kampung Gunung Tapa kepada Lampung1.com, Pemda setempat akan menjadwalkan Forturba untuk melihat langsung lokasi.

Heri mengungkapkan, PT. GTS telah memulai beroperasi dan menghasilkan tidak kurang dari 1500 meter kubik. Dari rapat ini juga terungkap pihak Syahbandar terminal khusus telah menerima retribusi bongkar muat terminal khusus sebesar Rp. 600 rupiah permeter kubik.

BACA JUGA:  Pasca TMMD Reguler Banyumas, Pemerintah Desa Petahunan Perlu Segera Menata Irigasi

Sementara menurut Munzir, Anggota Dewan Dapil Gedung Meneng yang juga hadir dalam rapat, meminta kepada Pemda untuk membuat notulen atas rapat tersebut. Karena menurutnya, ini akan dibawa keranah hukum, yang dijawab oleh Raden Mansus bahwa permasalahan ini sudah diperiksa oleh Kejaksaan setempat. Bahkan, Raden Mansus meminta supaya permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan. (Yahya Affyt)

About admin

Check Also

Danrem Minta Personil TNI Berperan Aktif Mengantisipasi Penyebaran COVID-19 Di Lampung Timur

LAMPUNG1.COM, Komandan Korem 043/Gatam Brigjen TNI Drajad Brima Yoga, mengintruksikan agar seluruh personil TNI Kodim …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *