Selasa , Juli 19 2022
Home / Ruwa Jurai / Lampung Timur / Harga Disepakati, Petani Diminta Perbaiki Kualitas Singkong

Harga Disepakati, Petani Diminta Perbaiki Kualitas Singkong

LAMPUNG1.COM, Lampung Timur – Perwakilan Pabrik Tapioka Lampung Timur dan Petani Singkong melakukan pertemuan yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur, di Aula Pemkab setempat, Jumat, 23/12.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan, bahwa pihak Pabrik setempat dapat menolak Singkong dengan kualitas rendah. Mengenai harga singkong sendiri sebesar Rp. 700/Kg, dengan potongan 15% kualitas terbaik.

Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim mengungkapkan, persoalan mengenai harga Singkong sudah terselesaikan dengan kesepakatan tersebut di atas.

BACA JUGA:  Polisi Tangkap Tersangka Begal Di Lampung Timur.

Sementara bagi Pabrik sendiri, juga diberikan kewenangan untuk menolak atau tidak membeli Singkong kualitas rendah. Dengan demikian, kedua belah pihak sudah mendapatkan keadilan sama tanpa menguntungkan lebih besar salah satunya.

“Yang perlu diperhatikan saat ini adalah bagaimana Petani mulai meningkatkan kualitas Singkong, semakin baik hasilnya maka berpengaruh pada harga jual”, tegasnya.

Tampak hadir juga Kapolres AKBP Harseno, Wakil Ketua DPRD Nawawi Iskandar, dan Perwira penghubung Kodim 0411/LT Mayor Joko.(Phlv)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

DPD II Partai Golkar Tuba Gelar Rakoor Persiapan Verifikasi Parpol

LAMPUNG1.COM,┬áTulang Bawang – DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Tulangbawang melakukan rapat koordinasi persiapan …

9 comments

  1. kualitas sesuai dengan harga

  2. sesuai dengan kualitas

  3. sesuai dengn hargaaa

  4. kualitas sesuai dengan harga!!! (2)

  5. Ngaco. Bertani yah bisa untung bisa rugi. Kalau memang pabrik tidak mau beli yah hak mereka dong, wong namanya bisnis. Buat apa dimediasi-mediasi segala? Ini mah setengah memalak dengan rame-rame. Wong harga singkong memang lagi anjlok. Kualitas, kuantitas dan stabilitas supply dari petani Indonesia tergolong “katro goblok” kalau dibandingkan dengan petani Vietnam. Makanya banyak pabrik lebih senang impor dari Vietnam saja. Petani Vietnam juga lebih tertib, kalau macam-macam pemerintahnya (komunis) langsung turun tangan. Polisi dan Pemda di Indonesia kenapa malahan ikutan komunis mencoba berbaik-baik ke yang lebih kencang berteriak, bukannya menegakkan hak PT untuk membeli dan menjual di harga pasar.

    Hati-hati komunisme model baru ini mah .. kok Petani dan Pemda yang menentukan harga dan ikutan turun tangan. Pasar yang harus menentukan harga.

  6. Ngaco. Bertani yah bisa untung bisa rugi. Kalau memang pabrik tidak mau beli yah hak mereka dong, wong bisnis. Buat apa dimediasi-mediasi segala? Ini mah setengah memalak dengan rame-rame. Wong harga singkong memang lagi anjlok. Kualitas, kuantitas dan stabilitas supply dari petani Indonesia tergolong “katro goblok” kalau dibandingkan dengan petani Vietnam. Makanya banyak pabrik lebih senang impor dari Vietnam saja. Petani Vietnam juga lebih tertib, kalau macam-macam pemerintahnya (komunis) langsung turun tangan. Polisi dan Pemda di Indonesia mah katro banget, mencoba berbaik-baik ke yang lebih kencang berteriak, bukannya menegakkan hak PT untuk membeli dan menjual di harga pasar.

    Hati-hati komunisme model baru ini mah .. kok petani dan pemerintah yang menentukan harga dan ikutan turun tangan. Pasar yang harus menentukan harga.

  7. kualitas sesuai dengan harga!!!

  8. iyalah supaya gak pada kecewa konsumennya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.