Kamis , Juli 21 2022
Home / Peristiwa / Sengketa Tanah Terminal Menggala

Sengketa Tanah Terminal Menggala

LAMPUNG1.COM, Tulang Bawang – Penggugat dan Tergugat saling klaim kepemilikan tanah yang menjadi lokasi Lahan Terminal Menggala.

Ditemui di Lokasi usai pengukuran untuk menentukan Titik Koordinat, Kuasa Hukum Penggugat, Ririz, menjelaskan Pemeriksaan Setempat (SP) merupakan agenda hari ini sebagai bahan dipersidangan, untuk mengetahui batas antara tanah penggugat dengan tanah tergugat.

“Karena terjadi perbedaan luas tanah antara penggugat dari pihak Muhammad Zen yang merupakan clientnya, dengan tergugat satu yaitu keluarga dari Habibullah Nazir yang diwakilkan oleh ahli warisnya Dirhamsyah dan tergugat kedua Pemkab Tulangbawang,” kata Ririz dilokasi, Rabu (28/12).

BACA JUGA:  Dorong Hidup Sehat, Satgas Ikuti Senam Energik Bojonegoro

Bahan acuan clientnya melakukan gugatan karena berdasarkan Surat Keterangan Tanah (SKT) yang dibuat pada tahun 1973 dan disertai dengan Surat Pernyataan Hak yang dibuat pada tahun yang sama.

“Lalu juga ada Peta yang dibuat pada tahun 1974, itu satu bagian atau satu rangkap dengan SKT, gambar dan Surat Pernyataan Hak,” jelasnya.

Kemudian untuk langkah selanjutnya tambah Ririz, masih menunggu hasil gambar PS yang dilakukan oleh BPN, setelah gambar itu keluar akan diadakan pemeriksaan saksi-saksi dari penggugat kemudian baru akan disambung dengan memeriksa saksi-saksi tergugat satu dan dua.

BACA JUGA:  Sabtu Malam, Gubernur Ridho Tampil di acara "Talk with Timothy" Kompas TV

Sementara itu Kepala Bagian (Kabag) Hukum Kabupaten Tulangbawang, Saut Sinurat mengatakan acuan pemerintah untuk mempertahankan tanah tersebut berdasarkan Surat Penyerahan Tanah Tanpa Ganti Rugi pada tahun 1983, yang diberikan oleh Habibullah Nasir sebagai pemilik tanah, yang dalam hal ini menjadi tergugat satu.

“Pengukuran hari ini dilakukan guna mencocokan data gugatan dari penggugat dengan data yang dimiliki tergugat,” kata Saut di ruang kerjanya.

BACA JUGA:  Tim Satgas Bantu Rapikan Tikar Selesai Shalat Jumat

Dengan mempertimbangkan berbagai aspek, Pemda akan mempertahankan tanah tersebut karena lokasi tersebut sudah banyak menelan dana APBD untuk membangun terminal sampai dengan peningkatan terminal.

“Karena mulai dari penyerahan sampai saat ini tanah tersebut tetap kita fungsikan sesuai dengan surat penyerahan yang diberikan pada tahun 1983,” jelasnya.(affyt)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

PWI Pesawaran Jalin Sinergitas Bersama TNI-AL Lanal Lampung

LAMPUNG1.COM, Pesawaran-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran menjalin sinergitas bersama TNI-AL Lanal Lampung melalui kegiatannya …

11 comments

  1. gara-gara tanah lagi…
    tanah memang selalu diperebutkan

  2. hmmm…..saling debat karena harta dunia fana…

  3. kok gtu lah waduh

  4. hoh.. sengkata !!

  5. sangketaa??!! ohhh

  6. sengketa mulu huhhh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.