Selasa , Oktober 19 2021
Home / Ruwa Jurai / Kota Bandar Lampung / Delegasi PWI Disuguhkan Sate Raksasa di Shanghai Tiongkok

Delegasi PWI Disuguhkan Sate Raksasa di Shanghai Tiongkok

LAMPUNG1.COM, Hongkong – Shanghai merupakan kota terbesar di Tiongkok yang terletak di tepi delta Cangjiang. Kota ini banyak menawarkan aneka wisata yang menarik, menyediakan berbagai jenis restoran, termasuk restoran khusus muslim, seperti restoran Amir yang terletak di Sanghai. Tak hanya berlebel halal, pelayan di restoran Amir berpakaian muslim, seperti wanita berhijab, sedangkan pelayan laki-laki menggunakan kopiah peci putih bagaikan peci haji.

Restoran Amir menyediakan beranekaragam menu, mulai dari sayuran, ikan hingga daging, yang lebih banyak dibumbui khas kari seperti masakan dari Arab dan India.

Salah satu hidangan yang biasa dilihat di Indonesia adalah sate. Tetapi sate yang disajikan sangat menarik yang disebut sate raksasa, karena sate daging sapi yang ditusuk dengan kayu panjang berasal dari salah satu kota khusus tusuk sate di Tiongkok. Rasanya pun tak kalah dengan rasa sate di Indonesia, cuma saja lebih menonjolkan bumbu kari.

BACA JUGA:  Pemprov Rapat Pemantapan Porprov Lampung 2017

Demikian laporan terakhir delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang berangkat ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sejak Kamis (24/11), yang melakukan serangkaian pembicaraan baik dengan partner Persatuan Wartawan Tiongkok (All China Journalist Association/ACJA), media massa, maupun dengan kalangan pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri.

Delegasi PWI dipimpin Ketua Bidang Luar Negeri PWI Teguh Santosa bersama pengurus daerah lainnya, telah kembali ke tanah air, Jum’at (2/12) kemarin, yakni Ketua PWI Jawa Timur Akhmad Munir, Sekretaris PWI Papua Alberth Yomo, Ketua PWI Kalimantan Selatan Faturrahman Jamhari Samad, Ketua PWI Sulawesi Tengah Mahmud Matangara, Dewan Penasihat PWI Kalimantan Selatan Rusdi Effendi Abdurrachman, dan Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian. Dua Direktur Confederation of ASEAN Journalist (CAJ) Bob Iskandar dan Dar Edi Yoga juga ikut dalam perjalanan ini.

BACA JUGA:  Bupati Winarti Serahkan Bantuan Program BMW

img-20161204-wa0012

Selama di Tiongkok, delegasi kesulitan mencari menu utama nasi putih, karena nasi hanya sebagai makanan pengganjal perut disajikan terakhir setelah memakan sayur-sayuran, ikan, dan daging yang dimasak dengan berbagai jenis hidangan.
Lidah orang Indonesia sangat sulit mencocokan masakan di Tiongkok, lantaran tidak ada rasa pedas.

Bagi Anda yang akan liburan ke Shanghai, banyak wisata terkenal di Shanghai yang dapat anda kunjungi.

The Bund adalah salah satu tujuan tempat wisata di Shanghai yang terkenal dengan panorama keindahan berupa bangunan-bangunan tinggi, sebuah dermaga, serta beberapa daerah disekitarnya. Nama Bund diambil dari kata Hindi yang berarti tanggul, waduk atau bahkan dermaga. Penamaan Bund seringkali dijumpai diberbagai negara, seperti India, China dan Jepang (Bund Yokohama).

BACA JUGA:  Pjs Gubernur Lampung Didik Suprayitno Ajak ASN Netral Pada Pilkada

Namun, istilah itu dibawa ke Shanghai oleh keluarga Victor Sassoon.
Untuk soal transportasi, di dekat lokasi terdapat stasiun kereta di Nanjing East Road dan halte bus utama di East-1 Zhongshan Road. The Bund adalah 1,5 Km jalan seperti yang lain di dunia. Jalan-jalan di Bund dipenuhi dengan bangunan yang luar biasa, dan restoran. The Bund diakui di seluruh dunia yang memiliki deretan bangunan dengan arsitektur terbaik. (Red)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

10 Cabang PSHT Sumsel Resmi Di Lantik

Lampung1.com,Pali – “Kepengurusan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dilantik secara serentak Kabupaten/Kota se- Sumatera Selatan,  …

5 comments

  1. wah..lucu amat gehh

  2. kuliner rasaaaaaaa

  3. sulit memang mencari kuliner yang sesuai lidah ornag Indonesia 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *