Rabu , Januari 6 2021
Home / Ruwa Jurai / Pesawaran / Telah Terjadi Gempa dan Tsunami Selama 30 Detik di Pulau Sebesi

Telah Terjadi Gempa dan Tsunami Selama 30 Detik di Pulau Sebesi

LAMPUNG1.COM, Pesawaran – Telah terjadi Gempa dan Tsunami selama 30 detik berkekuatan 7, 5 Sr. Pusat Gempa di Teluk Lampung disekitar pulau Sebesi dengan kedalaman 10 Km yang berdampak tsunami, Rabu ( 28/12/2016 )

Dampak yang ditimbulkan dari kejadian tersebut yakni, ratusan korban jiwa, kerusakan insfrastruktur, tempat ibadah sekolah, dan rumah hilang, untuk sementara masyarakat korban bencana di ungsikan pada daerah pengungsian diatas bukit.

Demikian skenario Gladi lapangan penanggulangan bencana Gempa bumi dan Tsunami Provinsi Lampung 2016, yang dilaksanakan di Pantai Ringgung Sari, Desa Sidodadi Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran pada Rabu (28/12/2016).

Sekdaprov Lampung bertindak selaku pembina upacara mengatakan, bahwa Provinsi Lampung merupakan daerah rawan bencana alam baik gempa, tsunami, angin puting beliung, tanah longsor, banjir dan sebagainya.

Luas perairan laut 24,820 km persegi atau 41,2% dari wilayah Provinsi Lampung, panjang garis pantai 1.105 km, dan 130 buah pulau kecil. Disamping itu juga Gunung anak Krakatau yang berapi dan sangat aktif.

Seluruh kawasan pantai di pesisir Lampung terdapat 48 titik rawan tsunami yang perlu diwaspadai, karena itu masyarakat di kawasan pesisir Lampung harus tetap waspada.

Sepanjang pantai barat Pulau Sumatra bagian Selatan terdapat patahan Sesar Semangko yang mempunyai potensi gelombang tsunami saat gempa bumi.

Wilayah-wilayah yang mempunyai kawasan rawan tsunami, yakni Rajabasa, Sidomulyo, Padang Cermin dan Punduh Pedada (Kabupaten Pesawaran), Cukuhbalak, kelumbayan,  Kota Agung, Wonosobo, pematangsawa (kabupaten Tanggamus),  Belimbing, Bengkunat, Biha, Krui, Karya Penggawa, Lemong, Pogung Tampak, Pulau Pisang dan Way Manula di Kabupaten Pesisir Barat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Provinsi Lampung Sena Adhi Witarta, menjelaskan,  saat terjadi gempa bumi, masyarakat perlu melihat tanda-tanda alam, misalnya adanya garis melintang awan putih di angkasa, air laut di pantai tiba-tiba surut, untuk mengosongkan rumah, segera berlari ke arah bukit yang lebih tinggi.

Selanjutnya Sena menyampaikan, menanam bakau di tepi pantai juga salah satu cara menghambat gelombang tsunami, karena itu masyarakat diminta tidak membangun rumah dekat pantai, atau minimal 100 meter dari bibir pantai.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPPD Prov. Lampung Zulkarnain Mursid mengatakan dalam gladi tersebut, terlibat juga Polda Lampung, Korem 043 Gatam, Brigif-3 Marinir, Satpol PP, BPPD Prov Lampung, Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran, PMI, kwarda lampung, Menwa, dan Masyarakat Desa Sidodadi.  (Red)

About admin

Check Also

Bupati Agus Istiqlal Pimpin Rakoor Bulanan Pemkab Pesibar Tahun 2021

LAMPUNG1.COM, Lampung Barat – Bupati pesisir barat DR. Drs. Agus Istiqlal, SH., MH hadiri rapat koordinasi …

11 comments

  1. mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi…semoga aja

  2. hmmm….untuk keluarga korban yang sbara dan tabah..

  3. semoga di beri ketabahan… kasian yaAllah

  4. smoga diberi ketabvahann

  5. yaAllah kasian… semoga cepet dapet bantuan

  6. baru tahu tanda tanda datangnya adanya garis melintang awan putih di angkasa, air laut di pantai tiba-tiba surut, untuk mengosongkan rumah, segera berlari ke arah bukit yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *