Kamis , Oktober 28 2021
Home / Ruwa Jurai / Lampung Selatan / Gunung Anak Krakatau (GAK) Level II (Waspada) Wisatawan Dilarang Mendekati Kawah.

Gunung Anak Krakatau (GAK) Level II (Waspada) Wisatawan Dilarang Mendekati Kawah.

LAMPUNG1.COM, Lampung Selatan – Gunung Anak Krakatau (GAK) merupakan gunung berapi yang aktif sehingga berpotensi terjadinya bencana erupsi.

Erupsi yang terjadi selama ini adalah erupsi magmatik bertipe strombolian yaitu erupsi elsplosif yang menghasilkan material vulkanik yang berukuran bongkah, bomb, lapilli dan abu yang tersebar disekitar “tubuh” GAK.

Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Dr, Ir, Ego Syahrial, MSc menjelaskan, GAK yang muncul pada tanggal 11 Juni 1927 hingga saat ini sedang “tumbuh” membangun diri. Sampai dengan tahun 2011 telah mengalami erupsi lebih dari 100 kali baik bersifat ekplosif maupun efusif, dengan waktu istirahat berkisar antara 1-6 tahun.

BACA JUGA:  Meski Sederhana, Begini Bentuk Perhatian Warga Kedungsari Terhadap Satgas TMMD

Berdasarkan pemantauan aktivitas GAK secara visual maupun seistemik yang dilakukan dari Pos Pengamatan GAK di Desa Pasaruan Kec.Cinangka, Kabupaten Serang Prov. Banten dan Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Kalianda, Kab. Lampung Selatan, Prov. Lampung. Diinformasikan bahwa kegempaan GAK secara umum masih didominasi oleh gempa vulkanik dangkal. Secara umum kegempaan masih fluktuasi. Pada bulan Oktober 2016 tercatat 72 kejadian/hari. Sedangkan pada November rata-rata tercatat 88 kejadian/hari.

“Berdasarkan Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) menunjukan hampir seluruh tubuh GAK yang berdiameter sekitar 2 Km merupakan kawasan rawan bencana”

BACA JUGA:  Pesawat Wings Air Pecah Ban Saat Mendarat

Oleh karena itu mengingat hasil pengamatan dan analisis data visual maupun instrumental hingga minggu ke 3 bulan November 2016 tingkat aktivitas GAK masih tetap Level II (Waspada).

Sehubungan dengan status pada Level II Kepala Badan Geologi merekomendasikan, masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati dan “kawah” GAK dalam radius 1 km dari bawah.

Masyarakat yang tinggal di wilayah pantai Banten maupun Lampung diharap tenang dan jangan mempercayai isu-isu terjadinya erupsi yang berpotensi tsunami.

Apabila mendapatkan isu tentang GAK agar dikonfirmasikan via telpun (022) 72722626 atau (0254) 651449; tutur Ego Syahrial.

BACA JUGA:  Begal Bersenjata, Beraksi Di Purbolinggo, Lampung Timur.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Lampung Sumarju Saeni mengingatkan, bahwa berdasarkan beberapa sumber Gunung Krakatau yang meletus pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat, awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II. (Red)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Karang Taruna Lamteng Ajak Pemuda Semangat Membangun Daerah Dengan langkah Yang Nyata

LAMPUNG1.COM,Lampung Tengah – Karang Taruna Lampung Tengah (Lamteng) ajak pemuda peringati Hari Sumpah Pemuda 28 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PEMBANGUNAN DESA SUKAJAYA LEMPASING