Senin , Juli 18 2022
Home / Infrastruktur / Tiga Desa Tua Di Kabupaten Mesuji Terendam Banjir

Tiga Desa Tua Di Kabupaten Mesuji Terendam Banjir

LAMPUNG1.COM, Mesuji -.

Pasalnya, akses jalan menuju Desa Sri Tanjung, Tanjung Harapan dan Desa Kagungan Dalam Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji yang menghubungkan ke Desa Trikarya Mulya tersebut, berubah menjadi sungai yang deras, akibatnya aktifitas sekitar wilayah tersebut menjadi lumpuh total.

Sementara itu, atas rusak nya akses jalan tersebut membuat akses perekonomian di 3 desa tua di Mesuji tersebut pun lumpuh total, ironis nya kejadian ini telah berlangsung selama sepekan, banjir kubangan lumpur terbentang luas di sepanjang akses jalan yang membuat warga enggan melewati nya.

Terkait hal itu, beberapa masyarakat di tiga desa tersebut sangat menyayangkan rusak nya akses jalan yang merupakan jalur umum perekonomian masyarakat, “memang curah hujan yang tinggi mengakibatkan kebanjiran, ya kalau jalan yang seperti banjir kubangan lumpur itu memang akibat tanah timbunan yang di lakukan Pemerintah Kabupaten Mesuji”, cetus warga sekitar.

BACA JUGA:  Nunik Ajak Bumikan Pertanian Organik

Sementara itu, akibat rusak nya akses jalan, membuat warga di tiga desa tua ini mengeluh, terlebih desa desa tua ini mayoritas adalah petani yang hilir mudik untuk beraktifitas, “ya kalau sudah begini mau gimana lagi mas, kita harus berbuat apa, kami masyarakat kecil ini hanya bisa mengeluh Pemerintah Kabupaten Mesuji lah yang harus mengambil tindakan”, ujar Andre warga asal desa Sri Tanjung Kecamatan Mesuji.

Bukan hanya jalan, banjir bandang juga telah meluap kepemukiman warga, sehingga ada sejumlah rumah penduduk yang terendam banjir. Selain itu ada sejumlah sekolah juga terkena banjir, sehingga aktifitas anak sekolah terganggu.

BACA JUGA:  Peduli Pendidikan, Satgas TMMD Bojonegoro Dampingi Anak Desa Jatimulyo Belajar Bersama

Terpisah salah seorang warga kecamatan setempat, Rumadi yang juga sebagai guru pendidik pada salah satu sekolah dasar menceritakan kejadian tersebut. Menurut Rumadi, banjir telah memporak porandakan sejumlah fasilitas umum, seperti jalan dan sekolahan.

“Beginilah kondisi alam kami sekarang, air mengalir deras, di jalan yang sudah di batu kecil, sedikit demi sedikit tergerus terbawah arus. Jalan seperti arung jeram kecil. Tapi air nya bening dan bersih. img-20161205-wa0001Hati-hati kalau ke Desa Sritanjung, setidak nya ada 10 lobang dalam yang bisa menelan motor sampai tergelam. Perhatikan tanda-tanda lobang dalam yang telah di tandai warga”, ungkap Rumadi, Senin (5/12)

Rumadi juga mengatakan, akibat banjir ada rumah salah satu warga sudah tergenangi oleh air. Dia juga menceritakan, kendati jalan menuju sekolah tidak bisa di lewati, tapi dengan tekat dan penuh perjuangan dirinya tetap melaksanakan tugasnya sebagai Guru.

BACA JUGA:  Pengerjaan Jembatan Sampai Tahap Pembuatan Pagar, Serda Taufik Mengebor Kayu

“Meski jalan sekolah saat ini tidak bisa dilewati, bendera kami masih berkibar di desa terpencil untuk melaksanakan tugas. Akibat buruknya sarana transpotasi saat ini ongkos taxi naik mencapai Rp25 ribu pulang-pergi”, ujarnya.

Rumadi berharap, pemerintah pusat dan daerah agar bisa memberikan bantuan perahu motor agar aktifitas masyarakat dan sekolah anak didiknya bisa tetap berjalan lancar, juga meminta jalan penghubung dari Desa Sritanjung – Trikarya Mulya dan Sritanjung – Kagungan agar segera diperbaiki lagi setelah terkena banjir.(Red/Hum)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Wakil Bupati Lampung Timur : Pantau & Awasi Aktifitas Belajar Tatap Muka, Jangan Sampai Ada Peningkatan Covid-19″

LAMPUNG1.COM, Aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan mampu disiplin dan memberikan pelayanan terbaik bagi warga masyarakat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.