Rabu , Oktober 20 2021
Home / Hukum Kriminal / Polres Metro Lakukan Pengembangan Kasus Pencabulan Anak

Polres Metro Lakukan Pengembangan Kasus Pencabulan Anak

LAMPUNG1.COM, Metro – Bunga (bukan nama sebenarnya) (14) merupakan korban pencabulan sekaligus eksploitasi sensual anak yang masih mengalami trauma berkepanjangan.

Wakapolres Kota Metro Kompol Dery Agung Wijaya dalam press release menjelaskan, korban saat ini berada di rumah aman untuk dilakukan introgasi sekaligus terapi psikologis.

“Karena korban masih dalam keadaan trauma berat, maka belum cukup banyak informasi tambahan terkait tersangka”, jelasnya, Rabu (11/1).

BACA JUGA:  Mental dan Fisik Tangguh, Menjadi Modal Satgas TMMD

Tersangka atas nama Oki Wira Yudha alias Yudha Saputra (24) merupakan warga Kelurahan Banjarsari, Metro Utara, yang ditangkap pada hari Senin (9/1) sekira pukul 13.00 Wib.

Kronologis kasus yakni tersangka melakukan pencabulan terhadap Bunga sebanyak 2 kali, yang dilakukan di rumah tersangka. Beberapa hari kemudian tersangka mengenalkan korban dengan seorang laki-laki berinisial I (DPO), yang merupakan teman tersangka dan mengajak korban berkencan.

BACA JUGA:  Sempatkan Waktu, Satgas TMMD Kodim Bojonegoro Anak Bersepeda

Hingga kembali terjadi persetubuhan sebanyak 2 kali, yang dilakukan di sebuah rumah kost yang beralamat di Kelurahan Ganjar Agung, Metro Barat. Bahkan setelahnya korban diberi imbalan sebesar Rp. 150.000, dan tersangka juga mendapatkan imbalan sebesar Rp. 100.000 dari temannya tersebut.

“Orang tua korban yang mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkannya ke Polsek Metro Utara. Kasus ini terus Kita kembangkan, barangkali ada korban-korban lainnya”, tegasnya lagi.

BACA JUGA:  Peduli Kesehatan, Personil TMMD 110 Bojonegoro Ajarkan Anak-Anak Patuh Prokes

Tindak pidana ini bukan hanya sebatas kasus persetubuhan dan pencabulan, namun masuk dalam kasus eksploitasi anak. Dan saat ini pencarian terhadap yang menggunakan atau membeli korban terus dilakukan, karena dapat dikenakan Undang-undang Trafficking tentang Perdagangan Manusia.

“Tersangka dikenai Pasal 81 dan 82 Undang-undang RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara”, tutupnya.(Eko Arif/Yas)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Miris !!! Oknum PNS Dinas PP&PA Kab Tubaba Abaikan Pelindung Hak Anak

Lampung 1.com,Tubaba – Melanjutkan pemberitaan sebelumnya terkait dengan oknum PNS Dinas PP & PA Tubaba …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *