Senin , Juli 18 2022
Home / Ruwa Jurai / Lampung Selatan / Wali Murid Keluhkan Pungutan Dana Pembangunan di SDN 1 Cinta Mulya

Wali Murid Keluhkan Pungutan Dana Pembangunan di SDN 1 Cinta Mulya

LAMPUNG1.COM, Lampung Selatan – Adanya pungutan dana pembangunan sekolah yang dilakukan oleh Kepala SD Negeri 1 Cinta Mulya, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, dikeluhkan oleh wali murid.

Dari keterangan Adi salah seorang wali murid, pihak sekolah meminta iuran sebesar Rp. 70 Ribu, kepada setiap siswa dengan alasan dana tersebut diperuntukkan untuk pembangunan sekolah.

“Kata pihak sekolah untuk dana pembangunan, jadi wajib setiap siswa membayar, kwitansinya juga ada mas” kata Adi kepada Lampung1.com, Minggu (8/1).

Lebih jauh, pria yang sehari hari bekerja sebagai kuli bangunan ini mengatakan, iuran pembangunan tersebut, hampir setiap tahun dipinta pihak sekolah, padahal menurutnya Bupati sudah melarang adanya pungutan dilakukan pihak sekolah, apalagi sekolah dasar.

BACA JUGA:  Gubernur Ansar Mendukung Penuh Atas Peluncuran Lokasi Kawasan Penggunaan QRIS

“Bagi kami yang orang miskin ini, dana sebesar itu cukup banyak, tapi karena diwajibkan mau tidak mau kami harus bayar, kalau tidak kasian anak saya nanti dapat sanksi” kata Adi tampak sedih.

“Kalau memang iuran itu untuk beli buku pelajaran tentu kami iklas iklas saja, tapi inikan untuk pembangunan, padahal setau kami sekolah itu sudah dapat bantuan pemerintah,” tambahnya.

Jika wali murid tidak membayar, Adi mengaku pihak sekolah mengancam tidak akan memberikan rapor siswa bahkan tidak menaikkan kelas siswa.

BACA JUGA:  Wakil Bupati Hadiri Puncak Hari Bhayangkara Ke-76 Di Mapolres Lampung Timur

“Kata anak saya, kalau tidak bayar ini, tidak naik kelas dan rapornya tidak diberikan. Makanya setiap tahun saya bayar-bayar saja, karena takut anak saya tinggal kelas,” kata Adi.

Ia pun sedikit membandingkan dengan sekolah anaknya terdahulu di daerah Bandar Lampung. Dimana, saat anaknya sekolah disana, tidak dipungut biaya apapun, apalagi mengatasnamakan uang bangunan.

“Sebelum pindah kesini, anak saya sekolah di daerah Teluk. Naik kelas IV SD pindah kesini. Nah, sejak saat itu, anak saya membayar uang bangunan. Kata anak saya, semua siswa pun begitu,” jelasnya.

BACA JUGA:  Bentuk Transparansi Anggaran TMMD Dipampang di Lokasi TMMD Kodim Kendal

Ia berharap, pihak sekolah tidak lagi menarik biaya uang bangunan. Pasalnya, pak bupati Zainudin Hasan sendiri sudah menggembar-gemborkan terkait dengan sekolah gratis di Lampung Selatan.

“Harapan kami, kalau kata Bupati gratis, ya harusnya donk. Jangan adalagi yang main-main untuk hal ini,” tandasnya. (Pranata)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Bersama Kejari, Pemkab Lamsel Gelar Pesta Rakyat

LAMPUNG1.COM, Lamsel – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan menggelar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.