Jumat , Januari 1 2021
Home / Peristiwa / Bupati Pesawaran Kunjungi Rumah Duka Korban Pembunuhan di Desa Kurungan Nyawa

Bupati Pesawaran Kunjungi Rumah Duka Korban Pembunuhan di Desa Kurungan Nyawa

LAMPUNG1.COM, Pesawaran – Turut merasakan kesedihan orang tua yang kehilangan putri tercinta karena dibunuh oleh tetangga, Bupati Pesawaran H. Dendi Ramadhona sambangi rumah duka, korban pembunuhan yang terjadi di desa Kurungan Nyawa, Gedongtataan, Pesawaran, Sabtu (19/2).

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona yang mengunjungi kediaman korban, menuturkan bahwa, guna mengantisipasi hal ini kembali terjadi, Pemkab Pesawaran akan melakukan tindakan preentif bagi anak usia dibawah umur. “Tentu kita sebagai Pemerintah Daerah, akan mengambil langkah serius akibat kejadian ini, salah satunya dengan memberikan pemahaman kepada anak-anak agar terhindar dari doktrin negatif yang sangat mudah masuk kedalam fikiran anak,” tuturnya.

Ia juga menghimbau kepada para orang tua untuk mampu terus mengawasi tumbuh kembang anaknya, agar terhindar dari tindakan negatif. “Kami juga telah berkomitmen bersama dengan Polres Pesawaran untuk menjalankan program masuk sekolah, karena memang selain pengawasan orang tua, pendidikan formal disekolah juga memiliki pengaruh besar bagi pertumbuhan perilaku anak,” himbaunya.

Kendati demikian, pihak Pemkab Pesawaran akan tetap menghormati proses hukum yang tengah berjalan. “Tapi tentunya kita harus menunggu proses hukum yang sedang berjalan, biar kasus ini dapat diungkap terang benderang, apalagi ini kan sudah masuk dalam ranah hukum,” ucapnya.

Awal kejadian perkara tersebut adalah lantaran, tak terima sering diejek, M. Kizral Ade Nanda (14) warga Dusun Margorejo II Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedongtataan nekat membunuh rekannya sekaligus tetangga rumahnya Anisa Putri Amelia (11), dengan mendorong korban kedalam jurang dekat rumahnya. Hal ini diungkapkan oleh Kapolsek Gedongtataan Kompol Bunyamin, Sabtu (18/2). “Dari keterangan dan interogasi tersangka, dia dendam dengan korban karena tersangka sering diejek oleh korban dengan perkataan,” ungkapnya.

Menurutnya, atas dasar itulah tersangka dendam dengan korban dan memiliki niat untuk mencelakakan korban. “Pada hari Jumat (17/2), tersangka mengajak korban kerumah tersangka lewat belakang rumahnya, kemudian pada saat didekat jurang tersangka mengagetkan korban dan mendorong korban kedalam jurang,” ujarnya.

Akibat peristiwa itu, lanjutnya, korban merasa kaget dan terjatuh kedalam jurang, sehingga mengakibatkan sejumlah luka berat pada tubuh korban. “Pada saat korban terjatuh kedalam jurang tangan korban terkena bambu dan kepala terkena batu yang mengakibatkan luka remuk pada wajah dan luka sayatan pada tangan kiri,” lanjutnya.

Karena Merasa takut, tersangka kemudian berusaha menyembunyikan tubuh korban disekitar tebing sungai agar tindakannya tidak diketahui warga. “Mengetahui korban tak sadarkan diri, tersangka merasa takut dan berupaya menyeret tubuh korban untuk menyebrangi sungai dan hendak membawa tubuh korban keatas tebing sungai masuk TKP Bandar Lampung, namun usaha itu sia-sia, karena celana korban tersangkut pada sebuah batu, dan memutuskan untuk meninggalkan tubuh korban,” tukasnya.

Selanjutnya, keluarga korban yang merasa kehilangan lantas berusaha mencari korban, dan akhirnya korban ditemukan tewas pada malam harinya.

“Korban ini sebenarnya izin untuk belajar bersama sekitar jam 14.00 wib, namun, karena, hingga malam belum pulang dilakukanlah pencarian oleh warga dan korban ditemukan pada pukul 21.30 WIB di tkp sudah dalam keadaan meninggal dunia,” pungkasnya.

Oleh karena itu, tersangka saat ini harus mendekam didalam penjara untuk penyelidikan lebih lanjut. “Pelaku sementara diamankan di Polsek Tanjung Karang Barat, Polresta Bandar Lampung. Sebab korban meninggal ditemukan pada wilayah hukum Polresta Bandarlampung,” timpalnya. (Eri/HR)

About admin

Check Also

Ini Harapan Forkopimda Cilacap Dalam Doa Bersama Sambut Tahun Baru 2021

LAMPUNG1.COM,Cilacap – Menjelang pergantian tahun baru 2021, Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap menggelar kegiatan Doa Bersama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *