Rabu , Oktober 20 2021
Home / Ruwa Jurai / Lampung Barat / Edy-Pai Rangkai Jalur Pagardewa-Sekincau

Edy-Pai Rangkai Jalur Pagardewa-Sekincau

LAMPUNG1.COM, Lampung Barat – Kampanye dialogis dan silaturrahmi tokoh yang digelar paslonkada 2017-2022 diusung Partai Demokrat, PPP, Partai Gerindra, Partai Nasdem, PKS, dan PKB (Koalisi Lambar Berganti), Edy Irawan Arief (Edy)-Ulul Azmi Soltiansa alias Paisol (Pai) disapa Edy-Pai, Rabu (1/2), berketetapan akan merangkaikan jalur jalan-jalan di Kecamatan Pagardewa ke kabupaten via Sekincau yang masuk program unggulannya.

Saat bersilaturrahmi dengan pengasuh ponpes di Basungan, Edy-Pai mendapat masukan kalau sebetulnya sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama pembangunannya minim bahkan nyaris tak tersentuh di Pagardewa.

BACA JUGA:  Semenjak ada TMMD Ke-105 Kodim 0716/Demak Sarmani Dapat Pengalaman Baru

Edy-Pai juga menegaskan harapannya ketika terpilih akan mengentaskan buta aksara sekitar 5 persen dari jumlah penduduk Lambar dan buta baca Al Quran sekitar 30-50 persen. Salah satu jawaban yang ditawarkan Edy-Pai adalah pendekatan agama dan pendidikan paripurna.

“Edy Irawan, putra K.H. Arief Mahya, Kakanwil Depag Lampung dan satu dari 10 pendiri Lambar ketika itu, maju mencalon karena tanah kelahirannya terjadi set back, kemunduran. Mestinya, di tahun ke-26 usia Lambar, yang nota bene kabupaten pertama pemekaran di Provinsi Lampung tahun 1991, sudah sangat maju. Tapi faktanya sangat tertinggal,” ujar jurubicara Edy-Pai, Andi Gunawan.

BACA JUGA:  Yuliadi Chandra Aktivis Anti Korupsi Terkait Saham PIP Nilai Pemprov Sumbar Tak Berdaya

Lanjut Andi, beberapa faktor penyebab kemunduran, seperti tidak tersambungnya jalan-jalan lingkar pekon, kecamatan, dan penghubung kecamatan-kecamatan ke kabupaten dan atau antarkabupaten. Terlebih di Lambar sampai saat ini ada tiga kecamatan yang masih terisolir, sebuah fakta yang tak seharusnya terjadi.

Keluhan lain muncul di Talangatas Rimba Margajaya, dimana warganya merasa kecewa atas perlakuan tidak adil dari pemerintah yang membeda-bedakan pelayanan terhadap petani, utamanya dalam hal distribusi pupuk. Pupuk merupakan hal langka bahkan menghilang pada saat dibutuhkan petani. Belum lagi masalah vital prasarana jalan yang memprihatinkan.(Aes-amrin-lin)

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Miris !!! Oknum PNS Dinas PP&PA Kab Tubaba Abaikan Pelindung Hak Anak

Lampung 1.com,Tubaba – Melanjutkan pemberitaan sebelumnya terkait dengan oknum PNS Dinas PP & PA Tubaba …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *