Kamis , Oktober 21 2021
Home / Peristiwa / Paslon petahana nomor urut 2 Handoyo tercatat demikian masiv dan terstruktur

Paslon petahana nomor urut 2 Handoyo tercatat demikian masiv dan terstruktur

LAMPUNG1.COM, Tulang Bawang – sepanjang proses Pilkada serentak di Kabupaten Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) Provinsi Lampung, Paslon petahana nomor urut 2 Handoyo tercatat demikian masiv dan terstruktur melakukan Pelanggaran berat UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilukada.

Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, Paslon nomor urut 2 Handoyo setidaknya telah dua kali dilaporkan kepada Panwaslu setempat karena kepergok membagai-bagikan Uang kepada masyarakat setempat.

Laporan pertama, yakni laporan Pengaduan tertanggal 13 Januari tentang pembagian uang di Kampung Menggala Timur, Kecamatan Menggala Timur. Laporan Pengaduan ke 2 tertanggal 16 Januari tentang Money Politik yang terjadi di Kampung Astra Kesetra Kecamatan Menggala. Yang dilakukan secara masiv dan terorganisir, yakni dilakukan oleh aparat Kampung setempat seperti Ketua RT atau Ketua RW.

BACA JUGA:  TMMD Kodim Bojonegoro, Begini Partisipasi Ibu-Ibu Jatimulyo Bersihkan Embung Desa

Walaupun pelanggaran berat Paslon Handoyo ini telah dilaporkan kepada Panwaslu setempat, sayangnya dimentahkan begitu saja oleh Panwaslu dengan asumsi yang sangat sederhana karena tidak adanya Perintah yang spesifik.

Pada aksi  serangan fajar tadi malam,  ada pengakuan bahwa pembagian money politik ini atas perintah Calon Nomor urut 2, Toha sebagai Kordes Tim Relawan Handoyo telah memerintahkan Darto untuk memberikan uang  kepada Miran.

BACA JUGA:  Kadishub Tubaba Ikuti Rakornis Tingkatkan Pelayanan Transportasi Darat

Apesnya kejadian ini di OTT oleh Riyadi dan Parmin sebagai Tim Relawan Anti Money Politik Win – Hen pada pukul 22 wib. Kampung Wiragung Sari Kecamatan Penawar Tama.

Pengakuan pelaku uang yang sudah di tebar kepada masyarakat   250 ribu, masih tersisa 400 ribu sebagai BB.

Tindakan Paslon nomor urut 2 ini adalah Pelanggaran berat Pasal 187A dan Pasal 73 (4) UU Pemilukada berbunyi Barangsiapa memberi atau menerima Uang untuk memilih Calon tertentu diancam hukuman Pidana mak6 Tahun Penjara dan denda Rp. 1 Milyar.

BACA JUGA:  Kapolres Lampung Barat Kawal  Penutupan Semarak Pulau Pisang

Dan bagi Paslon sendiri dapat dikenakan Pasal 73 (1 – 2) karena terbukti melakukan money Politik maka berdasarkan Keputusan Bawaslu, Paslon yang bersangkutan dapat dikenakan pembatalan atau diskualifikasi. (Yahya Affyt).

Baca Artikel Menarik di LV

About admin

Check Also

Majelis Taklim AtTan’im Gelar Maulid Nabi

LAMPUNG1.COM,Bandar Lampung-Majelis Taklim At Tan’im menggelar Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Musala At Tan’im …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *