Kamis , Desember 31 2020
Home / Ruwa Jurai / Lampung Selatan / Warga Desa Kuripan Lamsel Minta Kejelasan Uang ganti Rugi JTTS Bakauheni

Warga Desa Kuripan Lamsel Minta Kejelasan Uang ganti Rugi JTTS Bakauheni

LAMPUNG1.COM, Lampung Selatan – Warga Desa Kuripan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan mulai resah dan merasa dirugikan, akibat ketidakjelasan jadwal pencairan uang ganti rugi JTTS Bakauheni, Lampung Selatan – Terbanggi Besar, Lampung Tengah.

Uang ganti rugi pembebasan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), nampaknya sering terjadi permasalahan di Kabupaten Lampung Selatan. Salah satunya seperti yang terjadi di Desa Kahuripan, sebagian besar warga Kahuripan mengaku mulai resah, lantaran pihak pembebasan lahan JTTS tidak bisa memberikan kepastian, kapan uang ganti rugi akan di bayarkan kepada warga yang lahannya masuk dalam dalam pembangunan jalan tol.

Sudah 1 bulan lebih warga menunggu kepastian pencairan uang ganti rugi. Padahal, pihak pembebasan lahan jalan tol berjanji akan segera mencairkan uang ganti rugi itu, terhitung 15 hari sejak sosialisasi pembahasan harga pada awal Desember 2016 di Desa setempat. Bahkan, sejak 3 bulan lalu, warga kahuripan sudah tak di izinkan lagi untuk menggarap lahan milik mereka, yang notabennya lahan tersebut adalah tempat mereka mengais rezeki.

Kelijo (53) mengatakan, dirinya sudah tidak menggarap sawah miliknya lagi, karena sebelumnya pihak tol sudah memperingatkan, untuk tidak mengelola lahan yang terkena pembebasan lahan, yang artinya penggusuran lahan akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Padahal jika digarap, mungkin saat ini sudah bisa di panen.

“Dulu pihak tol sudah melarang kami untuk menggarap sawah maupun kebun, katanya, apabila kami tanami, mereka tidak tanggung jawab jika sewaktu waktu dilakukan penggusuran. Tapi nyatanya! sampai sekarang belum di juga digusur, bahkan di bayar juga belum, kalau tahunya begini, kami garap saja sawahnya, mungkin sekarang sudah panen. Coba bayangin sudah 3 bulan kami gak kerja, mau dapat penghasilan darimana kalau bukan dari sawah itu.” ujarnya, jumat (3/2).

Begitu juga Wahyudin (45) menambahkan, dirinya juga mengaku kecewa atas kejadian ini. Menurutnya pihak tol tidak perlu menjanjikan kapan waktu pastinya.

“Pihak TOL seharusnya gak perlu bilang 15 hari atau berapa hari? kalau begini kami jadi nunggu-nunggu, sehingga membuat kami resah. Sementara kebun kami sudah tidak kami urus lagi”. Kata wahyudin.

Di tempat yang sama, Irwan Ahmadi (45) selaku Kepala Desa setempat menjelaskan, pihaknya sudah beberapa kali menghubungi pihak PP, tapi mereka juga tidak tahu terkait permasalahan tersebut. Sementara untuk mekanisme pencairan dana itu, dirinya mengaku tak begitu mengetahuinya dengan jelas.

“Ya saya sebagai kepala desa hanya bisa menampung keluhan warga saya, saya harap juga pihak tol segera melakukan konfirmasi, agar warga kami juga tidak resah dan bertanya-tanya kapan dana itu akan dicairkan.” tutupnya. (Wandi)

About admin

Check Also

Akhirnya Pencuri Ikan Teri Berhasil Ditangkap Tekab Polres Labuhanbatu

LAMPUNG1.COM,LABUHANBATU – pencuri ikan teri yang meresahkan para pedagang di pasar gelugur, akhirnya berhasil ditangkap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *